Doha – Gelombang kehebohan menyelimuti gelaran Piala Dunia 2026 setelah wasit Herrera mengeluarkan kartu merah kontroversial kepada pemain kunci tim nasional Belgia, Goy, dalam pertandingan krusial babak grup. Insiden ini, yang terjadi usai duel lapangan sengit, memicu perdebatan luas di kalangan penggemar, pengamat, serta media internasional tentang keadilan keputusan wasit dan peran Video Assistant Referee (VAR).
Peristiwa menentukan tersebut berlangsung di Stadion Al Thumama, Doha, saat Belgia berhadapan dengan lawan tangguh. Pada menit ke-63, setelah berduel memperebutkan bola di lini tengah, Goy dianggap melakukan pelanggaran serius oleh Herrera. Tanpa ragu, sang pengadil lapangan langsung mengacungkan kartu merah, membuat kubu Belgia terperangah dan memprotes keras keputusan itu.
Tayangan ulang menunjukkan bahwa kontak fisik memang terjadi, namun intensitas serta interpretasi niat pelanggaran Goy menjadi pangkal perdebatan. Sebagian besar pengamat berpendapat bahwa kartu kuning sudah cukup, bahkan ada yang menilai pelanggaran tersebut tidak layak diganjar kartu sama sekali. Para pemain Belgia mengerubungi wasit, namun keputusan tetap tidak berubah.
Federasi Sepak Bola Belgia (KBVB) segera menyatakan akan meninjau ulang insiden ini dan mempertimbangkan banding resmi kepada FIFA. Keputusan Herrera secara signifikan merugikan Belgia, yang kini harus berjuang dengan sepuluh pemain di sisa pertandingan, serta menghadapi potensi kehilangan Goy untuk laga berikutnya.
Juru bicara KBVB, Philippe Leclerc, dalam konferensi pers pasca pertandingan di Doha, menyampaikan kekecewaan mendalam. "Kami menghormati keputusan wasit, namun kami merasa ada kesalahan interpretasi yang fatal. Kami akan mengumpulkan semua bukti dan mengajukan banding. Keadilan harus ditegakkan demi integritas turnamen sekelas Piala Dunia 2026," ujar Leclerc.
Kontroversi ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan keputusan wasit di Piala Dunia. Sebelumnya, kita juga pernah menyaksikan momen dramatis seperti Tabrakan Horor di Lapangan: Bintang Piala Dunia Pingsan, Laga Terhenti! yang juga menuai diskusi intens. Insiden-insiden seperti ini selalu menjadi sorotan tajam, mengingat dampaknya yang bisa mengubah jalannya turnamen.
Sistem VAR yang diharapkan mampu mengurangi kesalahan fatal justru menjadi sasaran kritik kali ini. Para pengamat mempertanyakan apakah peninjauan VAR dilakukan dengan maksimal, atau justru memperparah kontroversi karena tidak mengintervensi keputusan yang dinilai keliru. Publik menduga, tekanan tinggi di panggung Piala Dunia 2026 turut mempengaruhi penilaian wasit.
Legenda sepak bola dan komentator televisi, Marc Degryse, menegaskan bahwa insiden ini mencoreng keindahan permainan. "Ini bukan lagi tentang taktik atau skill, ini tentang keputusan manusia yang merusak pertandingan. Belgia dirampok di siang bolong," kritik Degryse tajam melalui siaran langsung.
Situasi ini tentu menempatkan tim Belgia dalam posisi sulit. Goy, sebagai salah satu pilar utama, memiliki peran vital dalam skema pelatih. Kehilangan dirinya, bahkan untuk satu pertandingan, dapat mengganggu keseimbangan tim dan menghambat ambisi mereka melaju jauh di Piala Dunia 2026.
FIFA diharapkan memberikan respons cepat dan transparan terkait insiden ini. Integritas Piala Dunia 2026 menjadi taruhan, dan setiap keputusan harus diambil dengan cermat agar tidak menimbulkan keraguan publik. Dunia sepak bola menantikan penjelasan resmi serta hasil banding yang diharapkan dapat membawa kejelasan atas kejadian kontroversial tersebut.
Terlepas dari kontroversi, Belgia harus segera fokus untuk pertandingan selanjutnya. Dengan atau tanpa Goy, mereka wajib menunjukkan mentalitas juara untuk tetap bersaing di grup yang sangat ketat. Tekanan psikologis pasca insiden ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain dan staf pelatih.
Piala Dunia 2026 memang selalu menyajikan drama, namun insiden kartu merah Goy ini akan dikenang sebagai salah satu momen paling diperdebatkan dalam turnamen tahun ini. Harapan besar tertumpu pada proses banding agar keadilan dapat ditegakkan dan semangat sportivitas tetap menjadi prioritas utama.