Nenek Korea Selatan Akhirnya Sekolah: Melawan Stigma Pendidikan Tertinggal

Angel Doris Angel Doris 06 Sep 2026 21:00 WIB
Nenek Korea Selatan Akhirnya Sekolah: Melawan Stigma Pendidikan Tertinggal
Ilustrasi: Nenek Korea Selatan Akhirnya Sekolah: Melawan Stigma Pendidikan Tertinggal

SEOUL – Ribuan lansia di Korea Selatan, yang sebagian besar merupakan perempuan berusia 70 hingga 85 tahun, kini mendapatkan kesempatan emas untuk merengkuh bangku sekolah. Sebuah pusat literasi di Seoul membuka pintu bagi mereka yang terhalang akses pendidikan di masa mudanya, sebuah langkah progresif untuk mengatasi kesenjangan historis. Program ini tidak hanya sekadar mengajar membaca dan menulis, tetapi juga memulihkan martabat dan mimpi yang lama terpendam.

Generasi septuagenarian dan oktogenarian ini tumbuh di era pasca-Perang Korea, ketika kondisi sosial-ekonomi yang sulit dan norma patriarkal membatasi hak pendidikan, khususnya bagi anak perempuan. Banyak dari mereka menghabiskan masa kecil dan remajanya dengan bekerja atau mengurus rumah tangga, tanpa pernah merasakan nikmatnya belajar di sekolah formal.

Salah satu peserta, Nyonya Kim (82), menceritakan kisahnya. Ia mengungkapkan, Ayah saya dahulu meyakini perempuan seharusnya tinggal di rumah, membantu ibu, dan mempersiapkan diri untuk berkeluarga. Nyonya Kim menambahkan bahwa mimpi untuk membaca buku atau menulis surat hanya bisa ia simpan. Kisah Nyonya Kim merepresentasikan pengalaman banyak perempuan di generasinya.

Kini, dengan semangat membara, para lansia ini belajar mengeja huruf, menulis nama mereka sendiri, bahkan menggunakan perangkat digital sederhana. Kelas-kelas tersebut diselenggarakan secara bulanan, dirancang khusus agar sesuai dengan kecepatan belajar dan kondisi fisik mereka.

Pusat literasi ini menjadi oase pengetahuan, menawarkan kurikulum yang komprehensif, mulai dari dasar-dasar alfabet hingga pengetahuan umum. Para pengajar yang sabar dan berdedikasi mendampingi setiap siswa, menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan penuh inspirasi.

Inisiatif ini menandai perubahan signifikan dalam masyarakat Korea Selatan, yang semakin mengakui pentingnya pendidikan sepanjang hayat dan inklusivitas. Pemerintah daerah dan berbagai organisasi non-profit aktif mendukung program serupa, menyadari bahwa pendidikan adalah hak dasar bagi setiap warga negara, tanpa memandang usia.

Dampak dari program ini tidak hanya terlihat dari kemampuan akademik para lansia, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup mereka. Mereka menjadi lebih mandiri, percaya diri, dan memiliki interaksi sosial yang lebih luas. Kegiatan ini secara tidak langsung juga berperan dalam menjaga kesehatan kognitif para peserta, sebuah aspek penting dalam perawatan demensia di usia senja.

Para peserta sering berbagi cerita tentang kegembiraan saat pertama kali bisa membaca tanda jalan atau mengirim pesan kepada cucu-cucu mereka. Momen-momen kecil ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia.

Selain keterampilan dasar, mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang isu-isu terkini, seperti teknologi informasi dan hak-hak warga negara. Ini membekali mereka untuk lebih aktif berpartisipasi dalam masyarakat modern yang dinamis.

Program semacam ini juga membuka dialog antar generasi. Cucu-cucu mereka sering kali terinspirasi oleh semangat belajar kakek-neneknya, dan bahkan turut membantu mereka dalam mengerjakan tugas sekolah.

Analisis Redaksi: Program literasi bagi lansia di Korea Selatan ini bukan hanya sekadar upaya edukasi, tetapi juga restorasi keadilan sosial. Ini menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan, kapan pun itu dilakukan, akan selalu memberikan dividen berupa peningkatan kualitas hidup dan kebanggaan individu. Langkah ini patut dicontoh oleh negara-negara lain dengan demografi serupa, sebagai pengingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar dan meraih impian.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.lemonde.fr
Angel Doris

Tentang Penulis

Angel Doris

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad