Pesona Bangku Raksasa Italia: Destinasi Instagramable Pikat Jutaan Wisatawan

Angela Stefani Angela Stefani 06 Sep 2026 19:00 WIB
Pesona Bangku Raksasa Italia: Destinasi Instagramable Pikat Jutaan Wisatawan
Ilustrasi: Pesona Bangku Raksasa Italia: Destinasi Instagramable Pikat Jutaan Wisatawan

ROMA – Fenomena bangku raksasa atau populer disebut Big Bench telah menyulap lanskap indah Italia menjadi magnet pariwisata baru yang memikat jutaan pelancong. Dari wilayah Piedmont di utara hingga Puglia di selatan, instalasi seni unik ini menawarkan pengalaman berinteraksi dengan alam sembari berburu spot foto ikonik yang viral di media sosial sejak tahun 2020-an, terus berlanjut hingga kini di tahun 2026.

Ribuan turis, baik domestik maupun mancanegara, berbondong-bondong mengunjungi lebih dari 200 bangku raksasa yang tersebar di berbagai titik panoramik di seluruh negeri. Konsep ini, yang diprakarsai oleh desainer Amerika Chris Bangle pada tahun 2010 di Piedmont, bertujuan mengajak pengunjung untuk melihat dunia dari perspektif berbeda, layaknya anak kecil, serta mengapresiasi keindahan lanskap sekitar.

Proyek Bangku Raksasa ini, yang dikelola oleh Big Bench Community Project (BBCP), mendorong pemasangan bangku-bangku berukuran masif di lokasi-lokasi strategis dengan pemandangan menakjubkan. Setiap bangku dibuat dengan warna-warni cerah, kontras dengan latar belakang hijau perbukitan atau biru lautan, sehingga menjadikannya objek fotografi yang sangat menarik.

Kehadiran bangku-bangku ini memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal. Desa-desa kecil yang sebelumnya kurang dikenal kini ramai dikunjungi wisatawan, menghidupkan kembali usaha kuliner, penginapan, dan toko suvenir. Wisatawan seringkali menjelajahi area sekitar untuk menemukan bangku-bangku tersebut, menciptakan rute wisata baru.

Seorang wisatawan asal Jerman, Anna Schmidt, yang ditemui di salah satu Big Bench di Langhe, Piedmont, mengatakan, Ini adalah cara luar biasa untuk melepaskan diri dari hiruk-pikuk kota. Rasanya seperti kembali ke masa kanak-kanak, duduk di bangku sebesar ini dengan pemandangan yang menakjubkan. Setiap foto yang saya ambil langsung saya unggah ke Instagram.

Awalnya hanya terbatas di Piedmont, gagasan Big Bench menyebar cepat ke wilayah lain seperti Lombardy, Veneto, Tuscany, hingga ke selatan di Basilicata dan Puglia. Setiap komunitas yang memasang bangku raksasa menjadi bagian dari jaringan BBCP, memastikan standar kualitas dan promosi bersama.

Media sosial memainkan peran krusial dalam popularitas Big Bench. Tagar seperti #BigBenchItalia dan #PanchinaGigante secara konsisten trending, menampilkan jutaan unggahan foto dan video dari para pengunjung. Ini adalah studi kasus sempurna mengenai bagaimana konten visual yang menarik dapat mendorong pariwisata.

BBCP juga mengedepankan aspek keberlanjutan. Bangku-bangku tersebut seringkali dibangun menggunakan bahan-bahan lokal dan dirawat oleh sukarelawan atau komunitas setempat. Hal ini menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap instalasi seni publik tersebut.

Meski populer, pengelolaan situs-situs ini memerlukan koordinasi yang baik. Ketersediaan parkir, akses jalan, dan fasilitas penunjang menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah agar pengalaman wisatawan tetap nyaman dan aman, terutama saat puncak musim liburan.

Di tahun 2026 ini, minat terhadap Big Bench tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Justru, semakin banyak daerah yang mengajukan diri untuk menjadi bagian dari proyek ini, melihat potensi ekonomi dan daya tarik budaya yang ditawarkannya.

Analisis Redaksi: Fenomena bangku raksasa di Italia bukan sekadar tren sesaat, melainkan refleksi dari kebutuhan kontemporer akan pengalaman wisata yang imersif dan estetis, didukung oleh kekuatan viralitas media sosial. Keberhasilan proyek ini menunjukkan bagaimana seni instalasi dapat berintegrasi dengan lanskap alam, menciptakan nilai ekonomi bagi komunitas lokal, sekaligus menawarkan perspektif baru dalam menikmati keindahan negara. Potensi pengembangannya di masa depan bergantung pada inovasi dan kemampuan adaptasi terhadap preferensi wisatawan yang terus berubah.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.ansa.it
Angela Stefani

Tentang Penulis

Angela Stefani

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad