PISA 2025: Geffray Soroti Kemerosotan Siswa Prancis, Salahkan Media Sosial?

Dodi Irawan Dodi Irawan 08 Sep 2026 20:00 WIB
PISA 2025: Geffray Soroti Kemerosotan Siswa Prancis, Salahkan Media Sosial?
Ilustrasi: PISA 2025: Geffray Soroti Kemerosotan Siswa Prancis, Salahkan Media Sosial?

PARIS – Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, yang dirilis Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada Selasa, menunjukkan adanya kemerosotan signifikan dalam capaian pendidikan siswa Prancis. Edouard Geffray, Menteri Pendidikan Prancis, menanggapi temuan ini dengan menyatakan bahwa kondisi tersebut merupakan fenomena mendasar yang berakar pada perubahan cara mendidik anak-anak, terutama akibat paparan intensif terhadap media sosial.

Penurunan performa siswa Prancis dalam penilaian PISA 2025 ini memicu kekhawatiran mendalam. Geffray secara terang-terangan mengakui bahwa pemerintah seharusnya menanyakan lebih awal mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk jenjang SMP. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi refleksi kebijakan yang lebih proaktif dan antisipatif.

Ini adalah fenomena mendasar, ujar Geffray, merujuk pada pergeseran paradigma edukasi. Ia menekankan bahwa lingkungan belajar anak saat ini berbeda jauh dengan dekade-dekade sebelumnya. Akses tanpa batas ke informasi dan interaksi daring telah membentuk cara mereka memproses pengetahuan dan berinteraksi sosial.

Paparan terhadap platform digital dan jaringan sosial disebut-sebut sebagai salah satu faktor pemicu utama kemerosotan ini. Geffray mengidentifikasi bahwa siswa masa kini sangat rentan terhadap distraksi dan informasi yang berlebihan dari media sosial, yang berpotensi mengikis fokus belajar dan kemampuan analisis kritis mereka.

Dalam respons terhadap tantangan ini, Menteri Pendidikan mengusulkan langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut. Ia mendorong klarifikasi tujuan pembelajaran kepada keluarga siswa. Harapannya, dengan pemahaman yang lebih baik mengenai ekspektasi pendidikan, orang tua dapat berperan aktif dalam mendukung proses belajar anak-anak mereka.

Usulan Geffray ini mengindikasikan adanya kebutuhan untuk menjalin kemitraan yang lebih erat antara pihak sekolah dan keluarga. Kolaborasi ini dianggap krusial untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang koheren, di mana nilai-nilai akademik dan perilaku positif dapat ditanamkan secara konsisten baik di lingkungan sekolah maupun rumah.

Kajian OECD secara periodik menyoroti tren pendidikan global, dan temuan PISA 2025 untuk Prancis menguatkan urgensi reformasi. Isu ini tidak hanya menjadi perhatian nasional Prancis, melainkan juga relevan bagi negara-negara lain yang menghadapi dinamika serupa dalam era digitalisasi pendidikan.

Para pakar pendidikan juga terus berupaya mencari solusi. Ekonom global mendesak para pemimpin negara untuk memprioritaskan strategi pembelajaran yang terbukti efektif, sebuah seruan yang semakin relevan di tengah tantangan yang diungkap PISA 2025.

Selain itu, kompleksitas sistem pendidikan Prancis juga pernah menjadi sorotan terkait dengan isu segregasi. Sebuah studi pernah mengungkapkan bahwa segregasi di sekolah Prancis bahkan lebih parah dari pemisahan hunian, menambah lapisan tantangan dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan.

Revisi kurikulum dan metode pengajaran menjadi agenda yang tak terhindarkan. Pendidikan modern harus mampu membekali siswa dengan keterampilan yang relevan, tidak hanya untuk ujian, tetapi juga untuk menghadapi kompleksitas kehidupan di abad ke-21. Ini termasuk kemampuan literasi digital dan pemikiran kritis.

Analisis Redaksi: Pernyataan Edouard Geffray menyoroti dilema fundamental pendidikan di era modern: bagaimana menjaga kualitas akademik saat siswa dibanjiri informasi dari media sosial. Mengidentifikasi akar masalah adalah langkah awal yang krusial, namun implementasi solusi yang efektif memerlukan sinergi kebijakan, inovasi pedagogis, dan keterlibatan aktif dari setiap elemen masyarakat. Kegagalan untuk beradaptasi dapat berakibat pada ketertinggalan generasi, sehingga reformasi pendidikan harus menjadi prioritas nasional yang tak terelakkan.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.lemonde.fr
Dodi Irawan

Tentang Penulis

Dodi Irawan

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad