Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Mundur ke Teknologi Era 50-an

Demian Sahputra Demian Sahputra 20 Aug 2026 18:00 WIB
Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Mundur ke Teknologi Era 50-an
Ilustrasi: Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Mundur ke Teknologi Era 50-an

WASHINGTON – Presiden Donald Trump, melalui sebuah dekrit eksekutif yang memicu perdebatan sengit, memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk kembali mengadopsi teknologi katapul uap untuk meluncurkan pesawat dari kapal induk generasi mendatang. Kebijakan radikal ini secara efektif mengakhiri pengembangan dan penggunaan sistem peluncuran elektromagnetik mutakhir, mendorong militer AS mundur ke era teknologi tahun 1950-an.

Dekrit tersebut, yang diumumkan pada awal tahun 2026, secara spesifik menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menggantikan sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik (EMALS) yang canggih dengan sistem katapul uap tradisional. Perubahan ini akan berdampak langsung pada desain dan konstruksi kapal induk kelas Ford yang saat ini menjadi andalan kekuatan maritim AS, serta proyek-proyek kapal induk masa depan.

Keputusan Trump bukan tanpa alasan. Sejak masa jabatan pertamanya, ia kerap mengkritik biaya tinggi dan kompleksitas teknologi EMALS, yang dianggapnya kurang efisien dan sering mengalami masalah teknis dibandingkan sistem uap yang telah teruji selama puluhan tahun. \Kita membutuhkan sistem yang bekerja, yang teruji dan benar,\ ujar Trump dalam sebuah pernyataan pers di Gedung Putih. \Bukan mainan mahal yang sering rusak.\

Langkah ini menimbulkan gelombang kekhawatiran di kalangan para ahli pertahanan dan beberapa pejabat militer. Mereka berpendapat bahwa kembalinya ke teknologi lama akan mengurangi kemampuan operasional dan keunggulan taktis Angkatan Laut AS. Teknologi EMALS menawarkan kontrol yang lebih presisi, tekanan yang lebih rendah pada struktur pesawat, dan kemampuan untuk meluncurkan berbagai jenis pesawat dengan bobot yang berbeda, termasuk drone.

\Ini adalah langkah mundur yang berbahaya,\ kata Laksamana (Purn) John Peterson, seorang analis pertahanan independen. \Teknologi uap memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan peluncuran dan beban yang dapat ditanganinya. Dunia terus bergerak maju, dan kita tidak bisa membiarkan diri kita terjebak di masa lalu.\ Ia menambahkan bahwa keputusan ini berisiko memperlebar jurang teknologi antara AS dengan rival globalnya.

Penggantian sistem ini juga diperkirakan akan menelan biaya substansial. Meskipun Trump mengklaim bahwa sistem uap lebih murah, biaya modifikasi desain kapal, pelatihan ulang personel, dan penyesuaian infrastruktur pendukung dapat mencapai angka miliaran dolar, sebuah ironi mengingat kritik awalnya terhadap biaya EMALS.

Pemerintahan Trump, di sisi lain, menekankan aspek keandalan dan kesederhanaan. Pendukung kebijakan ini percaya bahwa fokus pada teknologi yang telah terbukti dapat meningkatkan kesiapan operasional dan mengurangi kerentanan terhadap serangan siber yang mungkin menargetkan sistem elektromagnetik yang lebih kompleks.

Dekrit ini juga sejalan dengan visi \Make America Great Again\ Trump, yang sering kali mencakup nostalgia terhadap kekuatan industri dan militer AS di masa lampau. Ia melihat teknologi era 1950-an sebagai simbol kekuatan dan keandalan yang tidak perlu diganti dengan inovasi yang belum teruji sepenuhnya.

Beberapa analis berspekulasi bahwa keputusan ini juga dapat menjadi sinyal politik. Dengan mendeklarasikan keberanian untuk menantang kemajuan teknologi demi \efisiensi\ dan \keandalan\, Trump mungkin ingin memperkuat citranya sebagai pemimpin yang pragmatis dan tidak takut mengambil keputusan kontroversial demi kepentingan nasional.

Terlebih lagi, ini bukan kali pertama Presiden Trump mengambil keputusan yang menggoncang institusi kemiliteran. Sebelumnya, kebijakan-kebijakan terkait anggaran dan penempatan pasukan juga kerap memicu polemik di Departemen Pertahanan. Para pengamat politik menyoroti bagaimana Presiden Trump seringkali mengambil pendekatan non-tradisional dalam menjalankan kebijakan pertahanan negara.

Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini memicu diskusi tentang inovasi versus tradisi dalam militer. Apakah keunggulan terletak pada teknologi tercanggih atau pada keandalan sistem yang sudah teruji? Pertanyaan ini akan terus menjadi bahan perdebatan seiring implementasi dekrit retro Trump yang ambisius ini.

Asisten Kepercayaan Trump Guncang Gedung Putih: Surat dan Perangkat Misterius adalah salah satu dari sekian banyak berita yang menggambarkan dinamika di sekitar pemerintahan Trump.

Analisis Redaksi:

Keputusan Presiden Trump untuk menghidupkan kembali teknologi katapul uap pada kapal induk Angkatan Laut AS merupakan langkah berani yang berpotensi memiliki konsekuensi jangka panjang. Meskipun ada argumen tentang keandalan dan efisiensi biaya, risiko kehilangan keunggulan teknologi dalam persaingan global tidak dapat diabaikan. Kebijakan ini mencerminkan filosofi Trump yang khas: menantang konsensus dan kembali ke fundamental yang dianggapnya lebih kuat. Namun, implementasinya akan menjadi ujian besar bagi adaptasi militer AS di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.welt.de
Demian Sahputra

Tentang Penulis

Demian Sahputra

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad