LOS ANGELES – Aktris kawakan sekaligus aktivis kemanusiaan terkemuka, Angelina Jolie, mengumumkan rencananya untuk meninggalkan Los Angeles dan mengadopsi gaya hidup nomaden global. Pernyataan yang mengejutkan ini terungkap dalam wawancara eksklusifnya dengan majalah L'Officiel pada awal tahun 2026, menandai potensi perubahan drastis dalam kehidupannya yang selama ini erat dengan kemilau industri Hollywood.
Jolie, yang telah lama menjadi ikon perfilman dunia, mengungkapkan keinginannya untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar negeri. Saya harus tinggal di luar negeri. Saya akan melakukannya segera setelah putra-putra saya berusia 18 tahun, ujarnya, mengisyaratkan transisi signifikan dalam kehidupan pribadinya dan profesional setelah anak-anaknya mencapai usia dewasa.
Keinginan untuk berpindah dari Los Angeles bukan sekadar gagasan sesaat bagi Jolie. Ini merefleksikan hasrat mendalam untuk pengalaman hidup yang berbeda, jauh dari sorotan kamera yang terus-menerus di pusat hiburan Amerika Serikat. Lingkungan Hollywood, meskipun telah membentuk sebagian besar kariernya, mungkin tidak lagi sejalan dengan aspirasi pribadinya di masa depan.
Selama beberapa dekade, nama Angelina Jolie identik dengan Hollywood. Ia tak hanya dikenal sebagai aktris peraih Oscar, tetapi juga sebagai sutradara, produser, dan salah satu figur paling berpengaruh dalam advokasi global. Kehadirannya di Los Angeles telah menjadi bagian integral dari citra dirinya di mata publik dan industri.
Keputusan ini menimbulkan spekulasi luas mengenai dampak terhadap kariernya. Apakah ini berarti pengurangan keterlibatan dalam proyek-proyek film Hollywood, atau justru membuka pintu bagi proyek-proyek internasional yang lebih beragam dan berorientasi pada misi kemanusiaan yang sering ia geluti?
Gaya hidup nomaden, dalam konteks seorang selebriti sekelas Jolie, mungkin tidak berarti tanpa tempat tinggal tetap, melainkan lebih pada kebebasan untuk berpindah dan menetap sementara di berbagai belahan dunia, sesuai dengan kebutuhan dan minatnya.
Hubungannya yang erat dengan isu-isu global dan pekerjaannya sebagai Duta Khusus Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) telah sering membawanya ke berbagai negara. Pengalaman-pengalaman ini disinyalir memperkuat keinginannya untuk berakar di luar AS, di tempat-tempat yang mungkin lebih relevan dengan misi kemanusiaannya.
Anak-anaknya, sebagian di antaranya telah mencapai usia legal, menjadi faktor penentu dalam garis waktu kepindahannya. Ini menunjukkan Jolie menempatkan prioritas tinggi pada kesejahteraan dan transisi anak-anaknya sebelum membuat keputusan besar mengenai tempat tinggalnya.
Pergeseran ini dapat dilihat sebagai babak baru dalam kehidupan Jolie, sebuah fase yang lebih berfokus pada eksplorasi personal dan mungkin, kontribusi global yang lebih intensif di luar batasan geografis Hollywood.
Pengamat industri hiburan menduga bahwa langkah ini bisa menjadi tren di kalangan selebriti papan atas yang mencari kehidupan lebih pribadi atau ingin memperluas cakrawala mereka di luar ekosistem Hollywood yang padat. Ini bukan sekadar kepindahan fisik, melainkan juga pergeseran filosofis tentang makna kesuksesan dan kebahagiaan.
Analisis Redaksi:
Keputusan Angelina Jolie untuk meninggalkan Los Angeles dan merangkul kehidupan nomaden global menandai fenomena menarik di tengah industri hiburan yang seringkali mengharuskan kehadiran fisik di pusatnya. Langkah ini bukan hanya tentang relokasi, tetapi juga redefinisi identitas publik dan pribadi seorang megabintang. Ini mencerminkan kematangan seseorang yang telah mencapai puncak karier, kini mencari kedalaman dan makna di luar panggung utama. Implikasinya bisa jadi Jolie akan lebih selektif dalam proyek-proyeknya, fokus pada sinema independen atau berorientasi sosial, serta memperkuat perannya sebagai aktivis global, menjadikan kehadirannya di berbagai belahan dunia lebih sering teramati.