Argentina Lolos Kontroversial: Wasit Diduga “Bantu” Tango di Piala Dunia 2026!

Debby Wijaya Debby Wijaya 12 Jul 2026 16:00 WIB
Argentina Lolos Kontroversial: Wasit Diduga “Bantu” Tango di Piala Dunia 2026!
Ilustrasi: Argentina Lolos Kontroversial: Wasit Diduga “Bantu” Tango di Piala Dunia 2026!

BUENOS AIRES — Kemenangan dramatis Argentina atas Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026 menyisakan bara kontroversi. Setelah melewati dua laga gugur yang penuh ketegangan, tim Tango kembali menghadapi pertarungan sengit di fase krusial ini, yang diwarnai keputusan wasit memicu spekulasi luas di kalangan pengamat sepak bola internasional. Laga yang berlangsung pada 4 Juli 2026 di Stadion Lusail tersebut berakhir dengan gol tunggal Julian Alvarez di babak tambahan, tetapi jalannya pertandingan menimbulkan pertanyaan apakah Argentina benar-benar bermain dengan keunggulan “pemain ke-12” seperti yang disuarakan teori konspirasi.

Sejak awal turnamen, Argentina memang menunjukkan performa yang naik turun, ditandai dengan dua kemenangan tipis di fase gugur sebelumnya. Melawan Swiss, skuad asuhan Lionel Scaloni kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan yang tampil disiplin dan solid sepanjang 90 menit waktu normal.

DOHA — Babak pertama didominasi Argentina dalam hal penguasaan bola, namun minim peluang bersih. Swiss, di bawah komando kapten Granit Xhaka, berhasil meredam kreativitas lini tengah dan serangan Lionel Messi. Keadaan berubah memasuki babak kedua ketika intensitas pertandingan meningkat.

Sebuah insiden krusial terjadi pada menit ke-78 ketika gelandang Swiss, Remo Freuler, menerima kartu kuning kedua setelah dianggap melakukan tekel ceroboh terhadap Angel Di Maria. Keputusan wasit utama dari Portugal, Antonio Silva, langsung menuai protes keras dari para pemain dan ofisial Swiss. Banyak pengamat menilai tekel tersebut tidak sepatutnya berujung kartu kuning kedua, atau bahkan pelanggaran yang fatal.

“Sangat disayangkan, keputusan wasit itu mengubah dinamika permainan,” ujar seorang komentator dari saluran olahraga ternama Eropa. “Swiss saat itu sedang bermain sangat baik, mengimbangi Argentina, lalu mereka dipaksa bermain dengan sepuluh orang. Sulit untuk tidak melihatnya sebagai faktor penentu.”

Bermain dengan sepuluh orang, Swiss terpaksa lebih bertahan, membuka celah bagi Argentina untuk lebih leluasa menyerang. Tekanan demi tekanan dilancarkan, namun pertahanan Swiss tetap kokoh hingga peluit panjang babak kedua berbunyi, memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Drama imbang 1-1 di waktu normal ini memang menunjukkan betapa alotnya perlawanan Swiss.

Gol kemenangan Argentina akhirnya lahir pada menit ke-108. Berawal dari umpan terobosan cerdik Enzo Fernandez, Julian Alvarez berhasil lolos dari jebakan offside dan dengan tenang melesakkan bola ke gawang Yann Sommer. Kemenangan ini sontak membuat publik Argentina bersorak, namun juga diiringi bisik-bisik ketidakpuasan dari kubu lawan dan para pengamat netral.

Para komentator internasional secara terang-terangan menyebut Swiss “melemahkan diri sendiri” melalui “kebodohan” yang berujung pada kartu merah. Namun, mereka juga tidak bisa mengabaikan peran wasit yang dinilai terlalu cepat menghukum Freuler, sebuah keputusan yang dianggap berlebihan untuk konteks pertandingan perempat final Piala Dunia.

Di media sosial, tagar #WasitBantuArgentina dan #12thManArgentina menjadi trending, mengindikasikan adanya persepsi publik bahwa ada faktor eksternal yang menguntungkan tim Amerika Selatan tersebut. Teori konspirasi, yang memang kerap muncul dalam ajang olahraga besar, kini kembali mengemuka seiring dengan lolosnya Argentina.

Kendati demikian, para pemain Argentina bersikukuh bahwa kemenangan tersebut diraih murni berkat kerja keras dan mental baja. Lionel Messi, dalam wawancara pasca-pertandingan, menyatakan, “Kami tahu ini tidak akan mudah. Swiss adalah tim yang hebat. Kami berjuang sampai akhir dan pantas mendapatkan ini.”

Kini, Argentina bersiap menghadapi laga semifinal yang lebih berat. Dengan kontroversi ini, sorotan terhadap setiap keputusan wasit di pertandingan mereka selanjutnya akan semakin tajam. Publik sepak bola akan menanti, akankah Argentina melaju ke final dengan performa meyakinkan tanpa bayang-bayang dugaan intervensi?

Perdebatan tentang keadilan dan integritas wasit dalam sepak bola modern, terutama di ajang sebesar Piala Dunia, nampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat. Hasil pertandingan ini sekali lagi menegaskan bahwa setiap keputusan di lapangan bisa berdampak besar, tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada narasi dan persepsi publik global.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.welt.de
Debby Wijaya

Tentang Penulis

Debby Wijaya

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad