Italia Berduka: Peppino di Capri, Maestro Revolusi Twist, Akan Dimakamkan

Dodi Irawan Dodi Irawan 12 Jul 2026 05:00 WIB
Italia Berduka: Peppino di Capri, Maestro Revolusi Twist, Akan Dimakamkan
Ilustrasi: Italia Berduka: Peppino di Capri, Maestro Revolusi Twist, Akan Dimakamkan

Capri — Dunia musik Italia berduka mendalam menyusul kabar meninggalnya Peppino di Capri, ikon revolusi twist dan maestro “Champagne” yang legendaris. Pemakaman sang biduan akan dilaksanakan besok di piazzetta Capri, sebuah lokasi ikonik yang pernah menjadi saksi bisu banyak momen penting dalam hidupnya. Berbagai kolega dan sahabat telah menyatakan belasungkawa, mengenang warisan abadi yang ia tinggalkan.

Kepergian Peppino di Capri pada usia 87 tahun mengakhiri era gemilang seorang seniman yang karyanya melampaui batas generasi. Ia bukan sekadar penyanyi, melainkan seorang inovator yang membawa semangat rock and roll dan twist ke kancah musik Italia, menjadikannya fenomena global.

Lahir dengan nama Giuseppe Faiella di Capri, Peppino memulai kariernya pada akhir 1950-an. Dengan gaya yang enerjik dan karisma panggung yang tak terbantahkan, ia cepat merebut hati publik. Lagu-lagu seperti "St. Tropez Twist", "Let's Twist Again", dan tentu saja, balada abadi "Champagne", menjadi penanda zamannya.

"Champagne", yang dirilis pada tahun 1973, menjadi salah satu lagunya yang paling dikenang, bahkan terus didengarkan hingga kini. Lagu tersebut tidak hanya mendefinisikan kariernya tetapi juga menjadi soundtrack bagi jutaan kisah cinta dan kenangan di seluruh dunia. Dunia Berduka: Peppino di Capri, Maestro "Champagne", Tutup Usia 87, menjadi salah satu tajuk berita yang mengkonfirmasi betapa besar pengaruhnya.

Piazzetta Capri, lokasi yang dipilih untuk upacara pemakaman, memiliki makna sentimental yang kuat bagi Peppino. Tempat itu merupakan jantung Capri, kota kelahirannya, dan simbol dari inspirasi banyak lagu serta perjalanan hidupnya. Ribuan penggemar dan tokoh publik diperkirakan akan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Salah satu tokoh yang turut berduka, penyanyi veteran Franco Battiato, menyatakan, "Peppino adalah pionir. Dia membawa angin segar ke musik kami, dan warisannya akan terus menginspirasi." Sentimen serupa juga diungkapkan oleh musisi muda yang mengakui kontribusi Peppino dalam membuka jalan bagi genre baru.

Penyelenggara upacara pemakaman mengonfirmasi bahwa acara akan berlangsung secara khidmat, namun tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin memberikan penghormatan. Para sahabat dan keluarga dekat akan berkumpul, berbagi cerita dan mengenang sosok Peppino di Capri yang selalu ceria dan penuh semangat.

Artikel terkait kami sebelumnya, Momen Terakhir Peppino di Capri Menggetarkan Certosa, Kenangan Abadi Champagne, telah merangkum beberapa kenangan mengharukan dari sang legenda, termasuk penampilan terakhirnya yang begitu membekas. Kepergiannya memang meninggalkan kekosongan, namun melodi dan semangatnya akan abadi.

Sosok Peppino di Capri dikenal tidak hanya karena suaranya, tetapi juga karena kepribadiannya yang hangat dan kemampuannya beradaptasi dengan perubahan zaman, sembari tetap mempertahankan ciri khasnya. Ia adalah jembatan antara tradisi musik Italia klasik dan gelombang pop modern.

Industri musik Italia kehilangan salah satu pilar utamanya. Namun, melodi twist dan lirik romantis dari Peppino di Capri akan terus bergema, memastikan bahwa "revolusi twist" yang ia pimpin akan terus hidup dalam hati para penggemar. Pemakamannya esok hari akan menjadi penutup babak kehidupan seorang maestro yang tak akan terlupakan.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.ansa.it
Dodi Irawan

Tentang Penulis

Dodi Irawan

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad