PISA 2025: Prancis Terancam Kehilangan €150 Miliar Akibat Krisis Edukasi

Angela Stefani Angela Stefani 10 Sep 2026 22:00 WIB
PISA 2025: Prancis Terancam Kehilangan €150 Miliar Akibat Krisis Edukasi
Ilustrasi: PISA 2025: Prancis Terancam Kehilangan €150 Miliar Akibat Krisis Edukasi

Paris – Prancis menghadapi ancaman serius terhadap prospek ekonominya, dengan proyeksi kerugian Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai €150 miliar. Peringatan ini datang dari Dewan Analisis Ekonomi (CAE) menyusul publikasi hasil Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) 2025, yang menyingkap performa pendidikan nasional pada titik terendah sepanjang sejarah. Data PISA menunjukkan skor siswa berusia 15 tahun dalam pemahaman bacaan dan matematika anjlok drastis, mengindikasikan krisis fundamental dalam sistem edukasi negara itu.

Xavier Jaravel, presiden delegasi CAE, menegaskan adanya korelasi kuat antara penurunan kualitas pendidikan dan produktivitas nasional yang stagnan. Jika tidak ada perbaikan signifikan pada hasil PISA, Prancis berisiko mengalami penurunan PDB yang substansial, diperkirakan mencapai 150 miliar euro, ujar Jaravel dalam laporannya. Pernyataan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah konkret.

Laporan PISA 2025 menjadi cerminan nyata dari masalah struktural yang telah lama menggerogoti fondasi pendidikan Prancis. Penurunan skor secara konsisten menunjukkan bahwa sistem pembelajaran saat ini gagal membekali generasi muda dengan keterampilan dasar yang esensial untuk pasar kerja masa depan. Khususnya, kemampuan kritis seperti literasi dan numerasi mengalami kemunduran paling parah.

Kegagalan ini bukan sekadar statistik akademis; ia memiliki implikasi ekonomi yang mendalam. Kualitas tenaga kerja yang rendah secara langsung berkontribusi pada produktivitas yang mandek, menghambat inovasi, dan melemahkan daya saing Prancis di kancah global. Analisis CAE menggarisbawahi bahwa investasi dalam sumber daya manusia adalah kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Setiap tahun tanpa perbaikan, potensi ekonomi Prancis terkikis. Kita tidak bisa lagi mengabaikan fakta bahwa pendidikan adalah motor penggerak utama kemajuan, tambah Jaravel, menyoroti urgensi reformasi yang komprehensif. Krisis ini menuntut pendekatan multi-sektoral, melibatkan tidak hanya Kementerian Pendidikan, tetapi juga Kementerian Keuangan dan industri.

Penurunan dalam hasil PISA 2025 kali ini bukan kejadian tunggal. Beberapa analisis sebelumnya juga telah menunjukkan tren serupa, mengindikasikan bahwa permasalahan ini telah terakumulasi selama beberapa periode. Kondisi ini diperparah dengan tantangan global yang semakin kompleks, menuntut adaptasi dan inovasi yang lebih cepat dalam kurikulum pendidikan.

Dewan Analisis Ekonomi menyoroti bahwa dampak kerugian €150 miliar tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan representasi dari hilangnya kesempatan kerja, rendahnya upah, dan berkurangnya potensi pendapatan negara. Ini berarti setiap warga negara Prancis akan merasakan dampaknya secara langsung, baik melalui pajak yang lebih tinggi atau layanan publik yang menurun.

Beberapa ahli pendidikan dan ekonom telah menyerukan reformasi mendalam, termasuk peninjauan kurikulum, peningkatan kualitas guru, dan investasi yang lebih besar pada teknologi pendidikan. Mereka juga menekankan pentingnya pendidikan vokasi dan teknis sebagai jalur alternatif yang vital untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis. Terkait hal ini, publik dapat membaca lebih lanjut mengenai urgensi penguatan sektor ini dalam artikel PISA 2025: Prancis Darurat Perkuat Sains, Pendidikan Teknik Jadi Kunci!

Tantangan bagi pemerintah Prancis kini adalah bagaimana merespons ancaman ekonomi yang membayangi ini dengan strategi pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Reformasi harus mampu menciptakan sistem yang tidak hanya berfokus pada hasil tes, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan adaptabilitas siswa.

Masa depan ekonomi Prancis sangat bergantung pada keberanian dan komitmen para pemimpinnya untuk mengatasi krisis pendidikan ini. Tanpa tindakan tegas, penurunan skor PISA 2025 akan menjadi warisan pahit yang menghambat kemajuan bangsa selama beberapa dekade mendatang. Pendidikan adalah investasi, bukan sekadar pengeluaran, dan kegagalan berinvestasi saat ini berarti kerugian berlipat ganda di masa depan.

Analisis Redaksi:

Ancaman PDB sebesar €150 miliar adalah angka yang mencengangkan, setara dengan sekitar 5-6% PDB Prancis saat ini. Angka ini secara jelas menunjukkan bahwa krisis pendidikan bukan lagi isu sektoral, melainkan masalah makroekonomi fundamental. Pemerintah Prancis harus melihat hasil PISA 2025 sebagai panggilan darurat untuk reformasi yang tidak bisa ditunda. Prioritas harus diberikan pada peningkatan kualitas pengajaran, adaptasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0, serta pemerataan akses pendidikan berkualitas. Kegagalan akan berujung pada erosi daya saing global dan potensi ketidakstabilan sosial jangka panjang. Ini adalah tantangan yang membutuhkan konsensus politik dan investasi berani.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.lemonde.fr
Angela Stefani

Tentang Penulis

Angela Stefani

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad