YOGYAKARTA — Kabupaten Sleman secara gemilang menorehkan prestasi sebagai juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026. Penutupan ajang kompetisi keagamaan bergengsi ini, yang diselenggarakan selama lima hari di berbagai lokasi strategis Kota Yogyakarta, menegaskan komitmen Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY terhadap program “Tiga Sukses”: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses pembinaan generasi Qurani.
Pencapaian ini menempatkan Sleman di puncak klasemen dengan perolehan medali terbanyak dari berbagai cabang lomba. Delegasi Sleman menunjukkan dominasi yang signifikan, terutama dalam kategori Tilawah Dewasa, Hifzhil Quran, dan Syarhil Quran, mengungguli kafilah dari kabupaten/kota lainnya di DIY.
Kepala Kanwil Kemenag DIY, Prof. Dr. H. Ahmad Fauzi, M.Ag., dalam sambutannya pada acara penutupan, mengapresiasi tinggi dedikasi dan kerja keras seluruh peserta serta panitia. Beliau menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wahana untuk membumikan nilai-nilai Al-Quran serta mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta kitab suci.
“Keberhasilan Sleman sebagai juara umum pada MTQ DIY 2026 ini merupakan buah dari pembinaan intensif dan berkelanjutan yang dilakukan. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa ‘Tiga Sukses’ yang selalu kami gaungkan, khususnya sukses pembinaan, telah berjalan dengan baik,” ujar Prof. Ahmad Fauzi, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Program “Tiga Sukses” Kemenag DIY dirancang untuk memastikan bahwa setiap penyelenggaraan MTQ tidak hanya berjalan lancar dan menghasilkan juara, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan Al-Quran di tengah masyarakat. Sukses penyelenggaraan mengacu pada kelancaran teknis dan administratif, sementara sukses prestasi menargetkan lahirnya qari dan qari’ah terbaik. Paling esensial adalah sukses pembinaan, yang berfokus pada regenerasi dan pelatihan berkelanjutan bagi para talenta.
Bupati Sleman, Ibu Dra. Hj. Arina Fitriana, M.Hum., yang turut hadir menerima piala bergilir, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh kafilah, pelatih, serta masyarakat Sleman. “Prestasi ini adalah milik seluruh warga Sleman. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan program-program pembinaan keagamaan, khususnya tahfiz dan tilawah, di seluruh pelosok Sleman,” kata Bupati Arina.
Beliau menambahkan, pemerintah kabupaten akan mengalokasikan sumber daya lebih untuk pengembangan madrasah dan pondok pesantren yang menjadi tulang punggung pembinaan awal. Hal ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak lagi duta-duta Qurani yang dapat berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional.
Salah satu qari terbaik dari Sleman, Muhammad Iqbal, mengungkapkan rasa syukurnya. “Persiapan kami sangat panjang dan penuh tantangan. Dukungan dari pemerintah daerah dan Kemenag, serta bimbingan para guru, menjadi kunci utama keberhasilan ini. Kami berharap bisa membawa nama DIY di MTQ Nasional mendatang,” tuturnya.
MTQ DIY 2026 diikuti oleh ratusan peserta dari lima kabupaten/kota di DIY, bersaing dalam berbagai cabang seperti Tilawah (anak-anak, remaja, dewasa), Tahfizhul Quran (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, 30 juz), Tafsirul Quran, Fahmil Quran, Syarhil Quran, dan Khattil Quran. Ajang ini tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar-umat beragama serta menunjukkan kekayaan budaya Islam di DIY.
Kemenag DIY berkomitmen untuk terus menjadikan MTQ sebagai agenda prioritas. Dengan capaian Sleman sebagai juara umum, Kemenag berharap semangat ini dapat menular ke daerah lain, mendorong inovasi dalam metode pembelajaran Al-Quran, dan memastikan bahwa pesan-pesan suci terus bergema di setiap lapisan masyarakat DIY, mempersiapkan diri menuju MTQ Nasional yang akan datang.