JAKARTA — Pertamina merespons cepat video viral yang memperlihatkan Kapal MT Gamsunoro beroperasi dengan kru mayoritas dari India. Video ini memicu perdebatan sengit di media sosial, mempertanyakan komitmen perusahaan pelat merah tersebut terhadap tenaga kerja nasional. Pertamina menyatakan kapal tersebut merupakan kapal sewaan yang dioperasikan pihak ketiga, dan komposisi kru asing adalah bagian dari kontrak charter yang berlaku secara internasional.
Video berdurasi singkat itu, yang mulai beredar luas sejak pekan ketiga Januari 2026, merekam aktivitas sejumlah individu berparas Asia Selatan di anjungan dan dek kapal tanker berbendera Indonesia tersebut. Narasi dalam video menuding Pertamina mengabaikan pekerja lokal dengan mempekerjakan awak kapal asing secara masif, memicu reaksi beragam dari warganet.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajar Ramadhan, dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta, pada 24 Januari 2026, menegaskan bahwa Kapal MT Gamsunoro bukan milik Pertamina secara langsung. "Kami mencarter kapal ini dari pemilik aslinya untuk mendukung distribusi energi nasional. Perjanjian sewa-menyewa mencakup penyediaan awak kapal oleh pemilik," jelasnya.
Menurut Fajar Ramadhan, keberadaan kru asing di kapal sewaan merupakan praktik lazim dalam industri maritim global, terutama untuk kapal-kapal dengan spesifikasi teknis tertentu atau rute pelayaran internasional yang membutuhkan sertifikasi khusus. "Pemilik kapal memiliki kebijakan internal terkait komposisi kru mereka, yang harus sesuai dengan standar keselamatan dan regulasi maritim internasional," tambahnya.
Pertamina menekankan komitmennya untuk memprioritaskan tenaga kerja Indonesia (TKI) pada kapal-kapal yang sepenuhnya dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan atau anak perusahaannya. Data terbaru menunjukkan, lebih dari 90 persen awak kapal di seluruh armada Pertamina Grup adalah warga negara Indonesia, menegaskan dukungan terhadap tenaga kerja nasional.
Isu ketenagakerjaan di sektor maritim kerap menjadi sorotan publik. Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) sebelumnya pernah menyuarakan kekhawatiran atas minimnya kesempatan bagi pelaut Indonesia di tengah dominasi kru asing pada beberapa kapal yang beroperasi di perairan nasional.
Namun, Pertamina menegaskan bahwa untuk kapal sewaan, mekanisme penentuan kru berada di bawah tanggung jawab penuh pemilik kapal. Pihaknya hanya memastikan bahwa semua kru, baik lokal maupun asing, memiliki kualifikasi yang memadai dan memenuhi standar keselamatan serta regulasi yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) dan pemerintah Indonesia.
Kapal MT Gamsunoro sendiri adalah kapal tanker minyak mentah yang memiliki kapasitas angkut signifikan, berperan vital dalam rantai pasok energi Indonesia. Kapal ini menjadi salah satu tulang punggung distribusi BBM dan LPG ke berbagai pelosok negeri, memastikan ketersediaan pasokan energi.
Fajar Ramadhan juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. "Penting untuk memahami konteks dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi kebenarannya. Kami selalu terbuka untuk memberikan klarifikasi," pesannya.
Pertamina akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan Kementerian Ketenagakerjaan, untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi perkapalan dan ketenagakerjaan di Indonesia, baik untuk kapal milik maupun sewaan. Hal ini demi menjaga iklim bisnis yang sehat dan kesempatan kerja bagi pelaut Indonesia.
Polemik ini juga menyoroti perlunya sosialisasi lebih lanjut mengenai kompleksitas operasional logistik maritim dan kebijakan perusahaan dalam menghadapi tantangan globalisasi industri pelayaran. Transparansi informasi diharapkan dapat meminimalisir kesalahpahaman di masyarakat terkait operasional kapal yang dicarter oleh BUMN.
Kedepannya, Pertamina menyatakan akan terus berupaya meningkatkan kontribusi tenaga kerja Indonesia di seluruh lini operasionalnya, termasuk dalam perjanjian charter kapal, sembari tetap menjaga efisiensi dan standar operasional kelas dunia.