Abdya Gemparkan Nasional, Pecahkan Sejarah Raih Dua Rekor MURI Sekaligus!

Dorry Archiles Dorry Archiles 26 Apr 2026 11:47 WIB
Abdya Gemparkan Nasional, Pecahkan Sejarah Raih Dua Rekor MURI Sekaligus!
Antusiasme masyarakat Abdya memadati lokasi pemecahan rekor MURI, menyaksikan prosesi pembakaran lemang dan penyajian tapai secara masif. (Foto: Ilustrasi/Net)

ACEH BARAT DAYA — Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengukir sejarah baru pada tahun 2026 ini, memecahkan dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus dalam sebuah perhelatan akbar yang memukau. Dua rekor fantastis tersebut adalah pembakaran lemang terbanyak dan penyajian tapai terbanyak, yang berhasil menarik perhatian nasional dan membangkitkan kebanggaan lokal.

Peristiwa bersejarah ini terselenggara di Lapangan Blangpidie, Abdya, dihadiri ribuan masyarakat serta sejumlah pejabat tinggi daerah. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Abdya dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner tradisional serta warisan budaya Aceh kepada khalayak yang lebih luas.

Rekor pertama, pembakaran lemang, berhasil mencapai jumlah 5.000 batang lemang yang dibakar secara serentak. Prosesi ini melibatkan ratusan warga, mulai dari pemuda hingga sesepuh, yang bergotong royong menyiapkan bambu, beras ketan, santan, hingga proses pembakaran tradisional yang memakan waktu berjam-jam.

Lemang, makanan khas yang terbuat dari beras ketan dimasak dalam bambu dengan santan, merupakan simbol kebersamaan dan tradisi di Aceh, khususnya saat perayaan hari besar. Pemecahan rekor ini menegaskan posisi Abdya sebagai penjaga kuat tradisi kuliner tersebut.

Sementara itu, rekor kedua dipecahkan melalui sajian tapai terbanyak, mencapai angka 1,5 ton tapai yang disiapkan dan disuguhkan kepada pengunjung. Tapai, olahan fermentasi ketan, juga merupakan camilan populer yang tak terpisahkan dari budaya makan masyarakat setempat.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Abdya menyampaikan, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. "Ini bukan sekadar angka, namun cerminan semangat kebersamaan dan upaya gigih kami dalam mengangkat potensi lokal Abdya ke kancah nasional," ujar seorang juru bicara pemerintah daerah, menekankan pentingnya pelestarian budaya.

Festival yang merangkum rangkaian acara pemecahan rekor ini dirancang secara matang, tidak hanya sebagai ajang unjuk kebolehan, melainkan juga sebagai platform edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan leluhur. Demonstrasi pembuatan lemang dan tapai turut menjadi daya tarik tersendiri, memberikan pengalaman interaktif bagi para pengunjung.

Partisipasi aktif dari berbagai komunitas adat, pelaku UMKM, serta lembaga pendidikan turut menyemarakkan acara. Mereka bahu membahu memastikan setiap detail terlaksana sempurna, dari persiapan bahan baku hingga penyajian, mencerminkan sinergi yang kuat di antara masyarakat Abdya.

Pihak MURI yang hadir untuk melakukan verifikasi menyatakan kekaguman atas skala dan koordinasi acara. "Dua rekor yang dipecahkan ini bukan hanya mengagumkan secara kuantitas, melainkan juga menunjukkan betapa kuatnya ikatan budaya dan semangat gotong royong di Aceh Barat Daya," tutur perwakilan MURI dalam sambutannya.

Kesuksesan ini diharapkan menjadi momentum pemicu bagi peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Abdya. Dengan promosi yang lebih gencar, kuliner tradisional seperti lemang dan tapai berpotensi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Inisiatif ini juga selaras dengan visi nasional untuk memajukan daerah melalui identitas kultural yang unik. Abdya telah membuktikan bahwa dengan inovasi dan dedikasi, kekayaan tradisi mampu menjadi pendorong kemajuan dan kebanggaan bersama di tahun 2026 ini.

Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Abdya berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa, bukan hanya untuk memecahkan rekor, tetapi juga untuk secara berkelanjutan melestarikan dan mengembangkan potensi-potensi lain yang dimiliki daerah ini, menjaga agar tradisi tetap lestari dan relevan bagi generasi mendatang.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Dorry Archiles

Tentang Penulis

Dorry Archiles

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!