Hizbullah Gempur Pasukan Israel di Perbatasan, Rudal Hujani Utara

Stefani Rindus Stefani Rindus 28 Apr 2026 18:40 WIB
Hizbullah Gempur Pasukan Israel di Perbatasan, Rudal Hujani Utara
Asap membubung dari wilayah perbatasan Lebanon-Israel setelah serangkaian serangan rudal dan balasan militer pada tahun 2026, yang terus memanaskan tensi di kawasan. (Foto: Ilustrasi/Net)

BEIRUT — Hizbullah melancarkan serangan rudal besar-besaran ke arah posisi pasukan Israel di perbatasan Lebanon bagian utara pada Senin pagi, memicu respons artileri dan udara segera dari Tel Aviv. Insiden ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah mendera kawasan tersebut, dengan laporan awal menyebutkan kerusakan infrastruktur dan kekhawatiran korban jiwa.

Unit militer Hizbullah menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian peluncuran rudal ini. Mereka mengklaim aksi tersebut sebagai balasan atas agresi Israel yang terus-menerus terhadap kedaulatan Lebanon serta terhadap pejuang resistensi di wilayah perbatasan.

Serangan rudal, yang diperkirakan melibatkan puluhan proyektil, menargetkan beberapa pos militer dan permukiman di wilayah utara Israel, termasuk komunitas Metula dan Kiryat Shmona. Sirene peringatan bahaya terdengar di seluruh wilayah, mendorong ribuan warga sipil mencari perlindungan di bunker.

Militer Israel (IDF) segera mengonfirmasi insiden tersebut, melaporkan bahwa sistem pertahanan Iron Dome berhasil mencegat sebagian besar proyektil. Meski demikian, beberapa rudal berhasil menembus pertahanan, menyebabkan kebakaran dan kerusakan pada properti sipil maupun fasilitas militer.

Menyikapi serangan itu, juru bicara IDF mengumumkan bahwa artileri dan pesawat tempur mereka telah melakukan serangan balasan terhadap sumber tembakan di Lebanon selatan. Target-target yang disasar meliputi infrastruktur militan, pos pengamatan, dan peluncur rudal milik Hizbullah.

Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel memang telah membara selama berbulan-bulan, dengan insiden saling serang yang kerap terjadi. Namun, skala serangan rudal Hizbullah kali ini dinilai lebih besar dan terkoordinasi, mengindikasikan peningkatan ambisi kelompok tersebut.

Para analis politik regional menilai bahwa serangan ini merupakan upaya Hizbullah untuk menekan Israel di tengah situasi geopolitik yang fluktuatif. Dengan mengganggu stabilitas di perbatasan, Hizbullah berusaha menunjukkan kekuatan dan deterensi mereka.

Situasi ini memicu kekhawatiran serius di antara komunitas internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui misi penjaga perdamaiannya, UNIFIL, mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas.

Sekretaris Jenderal PBB dilaporkan akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas situasi genting ini, menyerukan dialog dan penghormatan terhadap resolusi internasional guna memulihkan ketenangan di perbatasan yang sangat rawan.

Pemerintah Lebanon secara resmi mengajukan keluhan kepada Dewan Keamanan PBB, menuduh Israel melanggar wilayah udaranya dan melakukan agresi. Mereka menegaskan hak untuk membela diri dan melindungi kedaulatan negaranya dari setiap ancaman eksternal.

Sementara itu, para penduduk di kedua sisi perbatasan kini hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian. Banyak keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka, mencari tempat yang lebih aman sambil menanti kapan konflik ini akan mereda atau justru semakin memburuk.

Serangan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan upaya mediasi yang dipimpin beberapa negara sahabat untuk mencapai kesepakatan demarkasi perbatasan maritim dan darat. Eskalasi militer cenderung memperumit negosiasi yang sudah alot.

Dengan Hizbullah yang menunjukkan kemampuan militer yang signifikan dan Israel yang tidak akan ragu membalas, masa depan stabilitas di perbatasan utara Israel dan selatan Lebanon tetap suram. Dunia menanti langkah diplomatik berikutnya untuk meredakan krisis yang terus bergolak ini.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Stefani Rindus

Tentang Penulis

Stefani Rindus

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!