Polisi Kantongi Identitas Terduga Pembunuh Lansia Pekanbaru, Penangkapan Tinggal Menunggu Waktu

Angel Doris Angel Doris 02 May 2026 07:24 WIB
Polisi Kantongi Identitas Terduga Pembunuh Lansia Pekanbaru, Penangkapan Tinggal Menunggu Waktu
Aparat kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara di sebuah rumah untuk mengumpulkan bukti forensik terkait kasus pembunuhan lansia di Pekanbaru pada tahun 2026. (Foto: Ilustrasi/Net)

Pekanbaru — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru hari ini mengonfirmasi telah mengantongi identitas lengkap terduga pelaku pembunuhan seorang wanita lanjut usia (lansia) berinisial SN (68) di kediamannya, Jalan Durian, Kecamatan Sukajadi, beberapa waktu lalu. Perkembangan signifikan ini menandakan babak baru dalam upaya pengungkapan kasus yang sempat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Kepala Polresta Pekanbaru, Komisaris Besar Polisi Hady Purwanto, menjelaskan tim penyidik telah bekerja keras sejak penemuan jasad korban pada pertengahan bulan lalu. "Kami telah mengumpulkan berbagai petunjuk, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang cermat, pemeriksaan belasan saksi, hingga analisis rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi," ujar Kombes Hady dalam konferensi pers terbatas di Mapolresta Pekanbaru, Selasa, 24 Juni 2026.

Menurut Kombes Hady, identitas terduga pelaku berhasil dikonfirmasi setelah penyidik mencocokkan data forensik yang ditemukan di TKP dengan informasi dari jaringan intelijen. "Saat ini, tim lapangan sedang memburu pelaku yang diperkirakan masih berada di wilayah Riau. Kami optimis penangkapan akan terjadi dalam waktu dekat," tegasnya. Polisi juga telah mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) untuk terduga.

Kasus pembunuhan ini bermula saat SN ditemukan tak bernyawa oleh anaknya yang berkunjung ke rumah. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan terdapat tanda-tanda kekerasan lainnya. Beberapa barang berharga milik korban, seperti perhiasan dan sejumlah uang, juga dilaporkan hilang, menguatkan dugaan motif perampokan.

Penyelidikan awal menunjukkan adanya upaya pelaku untuk menghilangkan jejak, namun kejelian tim Inafis Polresta Pekanbaru berhasil menemukan bukti-bukti krusial. Sidik jari dan beberapa sampel biologis yang tertinggal di TKP menjadi kunci utama dalam proses identifikasi terduga pelaku.

Masyarakat Pekanbaru, khususnya di sekitar lokasi kejadian, menyambut baik kabar perkembangan kasus ini. Banyak warga yang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap tindak kriminalitas, terutama yang menyasar warga rentan seperti lansia. "Kami berharap pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal," ungkap Ibu Susi, seorang warga Sukajadi.

Kombes Hady mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. "Serahkan sepenuhnya proses hukum kepada kami. Apabila ada informasi yang dapat membantu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat," tambahnya, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan.

Kasus kriminalitas terhadap lansia memang menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di berbagai daerah, termasuk Pekanbaru. Peningkatan patroli dan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan kejahatan menjadi salah satu fokus kepolisian demi menciptakan rasa aman.

Pemerintah Kota Pekanbaru, melalui Dinas Sosial, juga menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Mereka berjanji akan meningkatkan program-program pendampingan sosial bagi lansia, termasuk sosialisasi keamanan rumah dan lingkungan.

Dengan telah dikantonginya identitas terduga pelaku, aparat kepolisian kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk operasi penangkapan. Publik menanti dengan harapan agar keadilan segera ditegakkan dan pelaku kejahatan dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Polisi berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secepatnya.

"Kami akan memastikan bahwa setiap tindakan kriminalitas, terutama yang merenggut nyawa, akan diusut tuntas tanpa pandang bulu," pungkas Kombes Hady, menegaskan komitmen Polresta Pekanbaru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tahun 2026 ini.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Angel Doris

Tentang Penulis

Angel Doris

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!