Presiden Prabowo Ajak Bangga Budaya Nasional, Soroti Jejak Jokowi Berbusana Daerah

Edward DP Situmorang Edward DP Situmorang 12 Apr 2026 04:12 WIB
Presiden Prabowo Ajak Bangga Budaya Nasional, Soroti Jejak Jokowi Berbusana Daerah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Istana Negara pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, menyerukan kebanggaan budaya Indonesia. (Foto: Ilustrasi/Net)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan kebanggaan mendalam terhadap kekayaan budaya nasional. Dalam pidatonya yang sarat makna di Istana Negara, ia secara khusus menyinggung gaya Presiden terdahulu, Joko Widodo, yang kerap mengenakan busana daerah sebagai cerminan identitas bangsa.

Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan di hadapan ribuan peserta upacara, termasuk para duta besar negara sahabat, budayawan, akademisi, serta tokoh masyarakat. Ajakan ini menjadi penekanan utama pemerintahannya dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi yang masif.

Menurut Presiden, kebanggaan terhadap budaya bukan sekadar retorika, melainkan sebuah aksi nyata yang harus termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari. “Kita memiliki warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Dari Sabang sampai Merauke, terhampar permadani kebudayaan yang tiada duanya di dunia,” ujar Prabowo.

Beliau melanjutkan, “Seringkali kita terlalu silau dengan budaya asing hingga melupakan intan permata di negeri sendiri. Sudah saatnya kita kembali ke akar, menampilkan identitas kita dengan kepala tegak.”

Dalam konteks tersebut, Prabowo kemudian memuji konsistensi Joko Widodo. “Saya teringat betapa Bapak Presiden Joko Widodo selalu tampil dengan busana adat dari berbagai daerah. Itu adalah contoh konkret bagaimana seorang pemimpin menunjukkan kecintaannya pada budaya. Kebiasaan kecil itu justru mengirimkan pesan besar, bahwa kita bangga menjadi Indonesia.”

Penekanan pada gaya berbusana Jokowi tersebut bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan strategi komunikasi untuk memberikan contoh visual yang mudah dipahami publik tentang bagaimana budaya dapat diintegrasikan dalam kehidupan modern.

Pemerintah, di bawah kepemimpinan Prabowo, saat ini tengah menggalakkan berbagai program pelestarian dan promosi budaya. Inisiatif seperti festival budaya nasional, kurikulum pendidikan berbasis kearifan lokal, hingga dukungan bagi pelaku seni dan UMKM budaya, menjadi pilar utama agenda tersebut.

Dr. Retno Wulan, seorang antropolog dari Universitas Indonesia, menyambut baik seruan Presiden Prabowo. “Pernyataan ini krusial. Identitas bangsa yang kuat dimulai dari pengakuan dan penghargaan terhadap budaya sendiri. Apresiasi dari pemimpin tertinggi tentu memberikan dorongan moral yang signifikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Gaya berbusana Pak Jokowi memang menjadi penanda visual yang kuat. Hal itu menunjukkan bahwa budaya daerah bukan hanya untuk acara formal, tetapi bisa menjadi bagian dari citra kepemimpinan.”

Respons publik terhadap seruan Presiden Prabowo juga terlihat positif. Banyak warganet di media sosial menyatakan dukungannya, dengan tagar #BanggaBudayaIndonesia dan #WariskanLeluhur menjadi trending topik. Mereka menyerukan untuk lebih sering mengenakan pakaian tradisional atau berpartisipasi dalam kegiatan budaya.

Melalui pidato ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menjadikan kebudayaan sebagai salah satu tiang utama pembangunan nasional. Kebudayaan dipandang bukan sekadar objek, melainkan subjek aktif yang membentuk karakter dan mentalitas bangsa.

Visi kebudayaan ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga kaya akan nilai-nilai luhur dan memiliki akar identitas yang kokoh. Ini adalah investasi jangka panjang demi kemajuan Indonesia di kancah global.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Edward DP Situmorang

Tentang Penulis

Edward DP Situmorang

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!