LONDON — Tim Nasional Inggris sukses melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dalam pertandingan perempat final yang penuh drama dan kontroversi. Kemenangan Inggris dipastikan melalui gol di perpanjangan waktu yang lahir dari kesalahan fatal penjaga gawang Norwegia, menyudahi perjuangan heroik tim Skandinavia tersebut.
Pertandingan yang berlangsung di stadion megah ini, disaksikan jutaan pasang mata, menyajikan tontonan yang mendebarkan sejak peluit awal dibunyikan. Norwegia, yang tampil impresif sepanjang turnamen, mengejutkan Inggris dengan gol pembuka yang indah, menempatkan mereka dalam posisi unggul.
Gol pembuka Norwegia, yang dicetak dengan skema serangan balik cepat, benar-benar menguji mentalitas skuad Tiga Singa. Keunggulan tersebut bertahan cukup lama, menciptakan ketegangan di kubu Inggris yang berambisi besar meraih trofi paling bergengsi ini.
Namun, Inggris, dengan kualitas individual pemainnya, tidak menyerah begitu saja. Gelandang muda sensasional, Jude Bellingham, kembali menjadi sorotan utama. Ia mencetak gol penyeimbang yang memicu perdebatan sengit. Gol Bellingham yang menyelamatkan Inggris ini dianggap sebagian pihak berbau kontroversial karena dugaan pelanggaran sebelum bola masuk ke gawang.
Insiden kontroversial tersebut sempat membuat atmosfer pertandingan memanas, dengan protes keras dari pemain dan staf pelatih Norwegia. Wasit, setelah meninjau situasi dengan cermat, memutuskan untuk mengesahkan gol tersebut, menambah daftar panjang kontroversi yang menyelimuti perhelatan Piala Dunia 2026. Kontroversi gol Bellingham menjadi topik hangat di media sosial dan analisis pasca-pertandingan.
Kedudukan imbang memaksa kedua tim melanjutkan perjuangan ke babak perpanjangan waktu, di mana stamina dan fokus menjadi penentu. Para pemain mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan fisik yang ekstrem, namun intensitas permainan tetap tinggi.
Momen krusial datang di paruh kedua perpanjangan waktu. Sebuah serangan balik cepat dari Inggris seharusnya bisa diantisipasi dengan mudah oleh kiper Norwegia. Namun, dalam tekanan tinggi, sang penjaga gawang melakukan blunder fatal. Bola yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya terlepas dari tangannya dan bergulir masuk ke gawangnya sendiri.
Kesalahan tersebut menjadi penentu pahit bagi Norwegia. Impian mereka untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026 musnah seketika akibat blunder individu yang tak termaafkan di saat krusial. Rasa frustrasi dan kekecewaan jelas terlihat di wajah para pemain Norwegia.
Di sisi lain, gol tersebut disambut sorak sorai pendukung Inggris yang memadati stadion. Mereka menyadari bahwa tiket semifinal sudah dalam genggaman. Inggris kini bergabung dengan tim-tim elite lainnya yang akan berjuang memperebutkan satu tempat di final.
Pelatih Inggris, Gareth Southgate, menyatakan kelegaannya setelah pertandingan. "Ini adalah pertandingan yang sangat sulit. Norwegia memberikan perlawanan yang luar biasa. Kami harus berjuang keras untuk mendapatkan kemenangan ini. Kredit untuk para pemain atas semangat juang mereka," ujarnya. Meskipun menang, mentalitas tim Inggris sempat mendapat kritik dari beberapa pengamat setelah pertandingan yang intens ini.
Sementara itu, pelatih Norwegia menyampaikan kekecewaannya. "Kami telah memberikan segalanya. Sungguh pahit harus tersingkir karena kesalahan seperti ini. Tapi inilah sepak bola, kadang brutal," katanya, dengan nada getir. Blunder kiper Norwegia ini akan menjadi sorotan panjang.
Kini, Inggris menatap babak semifinal dengan penuh optimisme, meskipun mereka harus segera mengevaluasi performa tim. Mereka akan menghadapi lawan berat berikutnya dalam perburuan gelar juara dunia. Perjalanan Bellingham dan Inggris menuju semifinal ini penuh liku.
Norwegia, meski tersingkir dengan cara yang menyakitkan, patut diacungi jempol atas penampilan mereka di Piala Dunia 2026. Mereka telah menunjukkan potensi besar dan menjadi kuda hitam yang sangat merepotkan. Pengalaman ini tentu akan menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk turnamen mendatang.
Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu laga perempat final paling dramatis di Piala Dunia 2026, ditandai oleh kebangkitan Inggris, kontroversi gol, dan tentu saja, blunder kiper yang mengubah jalannya sejarah.