JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Satriawan bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada dini hari Sabtu, 25 April 2026, di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur. Kunjungan ini bertujuan memastikan kelancaran dan keamanan arus balik Lebaran 2026 bagi para pemudik yang kembali ke ibu kota setelah merayakan Idulfitri.
Kedua pejabat tinggi negara ini tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB dan langsung meninjau sejumlah fasilitas. Mereka memeriksa kondisi loket tiket, area tunggu penumpang, hingga jalur keberangkatan dan kedatangan bus. Pemantauan intensif ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kendala serta memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan transportasi.
Seskab Teddy Satriawan menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mengelola lonjakan penumpang. “Pelayanan prima harus menjadi prioritas utama. Kami ingin memastikan setiap warga negara yang menggunakan fasilitas transportasi umum merasa aman dan nyaman,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen penuh menyediakan fasilitas yang memadai. Optimalisasi pengawasan menjadi kunci guna menjamin seluruh proses berjalan sesuai rencana, dari keberangkatan hingga kepulangan pemudik ke daerah asal atau tempat bekerja.
Menhub Budi Karya Sumadi menambahkan, koordinasi dengan operator bus serta pihak kepolisian telah ditingkatkan. Ini termasuk pemeriksaan kelaikan jalan armada bus dan kondisi kesehatan para pengemudi. “Aspek keselamatan tidak bisa ditawar. Semua bus harus melewati ramp check ketat dan pengemudi wajib istirahat cukup,” tegas Menhub.
Dia juga menyoroti penggunaan teknologi dalam pemantauan. Kamera pengawas (CCTV) dipastikan berfungsi optimal untuk memantau kepadatan dan mengantisipasi berbagai insiden. Data real-time dari sistem informasi digunakan untuk pengambilan keputusan cepat dan terarah.
Data dari Posko Terpadu Terminal Pulo Gebang menunjukkan peningkatan jumlah penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mencapai 25% dibandingkan hari biasa. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Jumat malam hingga Minggu dini hari di akhir pekan ini, seiring berakhirnya cuti bersama Lebaran.
Beberapa pemudik yang ditemui di lokasi mengapresiasi upaya pemerintah. “Saya merasa lebih tenang melihat langsung Bapak Seskab dan Menhub turun memantau. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melayani kami,” kata Wati, seorang pemudik dari Tegal.
Kondisi terminal pada dini hari tersebut relatif kondusif. Penumpang terlihat tertib menunggu jadwal keberangkatan atau kedatangan. Petugas gabungan dari Kementerian Perhubungan, kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta berjaga di berbagai titik untuk mengatur alur penumpang dan kendaraan.
Antisipasi terhadap lonjakan kendaraan pribadi juga menjadi perhatian. Seskab Teddy menyebut bahwa rekayasa lalu lintas di jalur-jalur utama telah disiapkan untuk mencegah kemacetan parah. Koordinasi lintas sektor terus berlanjut guna menghadapi dinamika arus balik nasional.
Menhub Budi Karya mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi peraturan dan tidak terburu-buru. “Rencanakan perjalanan dengan baik. Manfaatkan informasi lalu lintas terkini dan hindari bepergian pada jam-jam puncak jika tidak mendesak,” pesannya.
Pemerintah juga menyediakan posko kesehatan gratis dan area istirahat bagi para pengemudi. Langkah proaktif ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi selama periode mudik dan arus balik. Semua pihak diharapkan berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
Manajemen Terminal Pulo Gebang menyatakan kesiapan penuh. Mereka telah menyiapkan fasilitas tambahan, termasuk kursi tunggu ekstra dan toilet portabel, untuk kenyamanan penumpang. Petugas kebersihan juga siaga 24 jam demi menjaga kebersihan lingkungan terminal.
Agenda pemantauan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya pemerintah memastikan kelancaran seluruh proses arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pemerintah bertekad memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh masyarakat Indonesia.