JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Taman Nasional, sebuah langkah strategis yang bertujuan memperkuat komitmen pemerintah dalam konservasi lingkungan dan penegakan hukum di seluruh kawasan lindung Indonesia. Pengumuman ini disampaikan di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 21 Januari 2026, menandai dimulainya era baru perlindungan aset alam bangsa.
Penunjukan adik kandung Presiden ini merupakan respons atas urgensi penanganan deforestasi, perburuan liar, dan perambahan lahan yang terus mengancam kelestarian taman nasional. Dengan latar belakang pengalaman Hashim di berbagai sektor, termasuk filantropi dan kepeduliannya terhadap lingkungan, ia diharapkan mampu membawa perubahan signifikan.
Dalam pidato pengumumannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perlindungan lingkungan adalah prioritas utama pemerintahannya. "Bangsa kita dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, dan merupakan tanggung jawab kita untuk menjaganya bagi generasi mendatang. Dengan menunjuk saudara saya, Hashim, yang memiliki dedikasi tinggi terhadap isu lingkungan, saya yakin Satgas ini akan bekerja secara efektif dan tanpa kompromi," ujar Presiden Prabowo.
Hashim Djojohadikusumo dikenal luas sebagai seorang pengusaha dengan minat mendalam pada konservasi satwa liar, terutama melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo yang bergerak di bidang penyelamatan satwa dan pelestarian alam. Pengalamannya dalam mengelola organisasi nirlaba dan jaringan luas di kancah nasional maupun internasional menjadi modal penting untuk posisi ini.
Satgas Taman Nasional akan memiliki mandat luas, meliputi koordinasi antarlembaga penegak hukum, pengembangan kebijakan perlindungan, serta mobilisasi sumber daya untuk menjaga ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati. Fokus utama adalah pada pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.
Beberapa kawasan prioritas yang akan menjadi perhatian utama Satgas meliputi Taman Nasional Gunung Leuser, Tanjung Puting, dan Komodo, yang merupakan rumah bagi spesies endemik langka dan ekosistem vital. Satgas juga akan berkolaborasi dengan masyarakat adat dan komunitas lokal untuk memastikan pendekatan konservasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Hashim Djojohadikusumo dalam konferensi pers singkat menyatakan kesiapannya mengemban amanah besar ini. "Ini adalah tantangan besar yang saya sambut dengan penuh tanggung jawab. Kami akan bekerja keras, melibatkan semua pihak, dari aparat hingga masyarakat, untuk memastikan taman nasional kita tetap lestari dan menjadi kebanggaan bangsa," kata Hashim.
Penunjukan ini mendapat sambutan positif dari sejumlah organisasi lingkungan. Direktur Eksekutif Konservasi Alam Indonesia, Dr. Siti Nurhaliza, mengungkapkan optimisme. "Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam isu lingkungan. Harapan kami, Satgas ini bisa menjadi solusi konkret untuk menekan laju kerusakan dan memulihkan ekosistem yang terganggu," komentarnya.
Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Satgas harus menghadapi jaringan kejahatan lingkungan yang terorganisir, keterbatasan anggaran, serta luasnya wilayah taman nasional yang harus diawasi. Diperlukan sinergi yang kuat dan komitmen berkelanjutan dari semua pihak untuk mencapai tujuan konservasi.
Langkah Presiden Prabowo ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam berbagai perjanjian internasional tentang keanekaragaman hayati dan perubahan iklim. Perlindungan taman nasional adalah bagian integral dari upaya global untuk mitigasi dampak perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kehadiran Satgas di bawah kepemimpinan Hashim Djojohadikusumo diharapkan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi motor penggerak perubahan nyata. Kebijakan proaktif, penegakan hukum yang tegas, dan edukasi publik akan menjadi pilar utama dalam mencapai visi konservasi yang ambisius ini.