SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) secara tegas menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pelaksanaan Aksi 21 April yang melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil pada Senin, 21 April 2026. Beliau menyebut bahwa masukan-masukan yang disampaikan oleh para peserta aksi sangat konstruktif dan 'berkelas', menandakan adanya kedewasaan dalam berdemokrasi serta kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerah.
Aksi damai tersebut, yang berpusat di depan Kantor Gubernur Kaltim, diikuti oleh mahasiswa, akademisi, aktivis lingkungan, dan perwakilan organisasi masyarakat. Mereka menyuarakan sejumlah isu krusial yang berkaitan dengan tata kelola lingkungan, keberlanjutan ekonomi, serta transparansi pemerintahan provinsi.
Dalam pernyataan resminya, Gubernur Kaltim menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk selalu membuka ruang dialog dengan masyarakat. "Masukan-masukan yang disampaikan dalam Aksi 21 April bukan sekadar kritik, melainkan telah melalui kajian mendalam. Ini menunjukkan kualitas partisipasi publik yang kita harapkan," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar sore hari.
Fokus utama tuntutan massa Aksi 21 April meliputi evaluasi perizinan industri ekstraktif yang berdampak pada lingkungan, percepatan realisasi proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan memperhatikan hak-hak masyarakat adat, serta peningkatan kualitas layanan publik dan pendidikan di wilayah perbatasan.
Pemerintah Provinsi Kaltim, melalui Sekretaris Daerah, telah menugaskan tim khusus untuk mengkaji secara komprehensif seluruh poin tuntutan. Tim ini akan melibatkan berbagai perangkat daerah terkait dan diharapkan segera merumuskan langkah-langkah konkret sebagai respons terhadap masukan tersebut.
Partisipasi aktif masyarakat ini dianggap sebagai indikator positif bagi iklim demokrasi di Kaltim. Aksi yang berlangsung tertib dan damai tersebut membuktikan bahwa saluran aspirasi formal maupun informal berjalan efektif, memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan yang baik.
"Kami tidak melihat aksi ini sebagai bentuk penentangan, melainkan sebagai kemitraan strategis. Masyarakat adalah kontrol sosial paling efektif bagi jalannya pemerintahan," tambah Gubernur, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan warga.
Para koordinator Aksi 21 April, diwakili oleh Saudara Adam Prasetya, menyambut baik respons cepat dan positif dari Gubernur Kaltim. "Kami mengapresiasi kesediaan Gubernur untuk mendengarkan dan menanggapi aspirasi kami. Ini adalah langkah awal yang baik menuju perubahan yang lebih substansial," kata Adam.
Mereka berharap agar komitmen yang disampaikan Gubernur tidak hanya berhenti pada retorika, tetapi diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata yang pro-rakyat dan berkelanjutan. Isu-isu lingkungan, khususnya terkait deforestasi dan dampak pertambangan, menjadi perhatian utama yang memerlukan tindakan segera.
Pemerintah Kaltim diharapkan dapat menyusun jadwal audiensi lanjutan dengan perwakilan Aksi 21 April dalam waktu dekat. Hal ini untuk memastikan bahwa proses tindak lanjut berjalan transparan dan akuntabel, serta melibatkan partisipasi aktif dari kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Inisiatif komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semacam ini menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Kualitas dialog yang tercipta dari Aksi 21 April ini diharapkan menjadi standar baru dalam interaksi politik dan kebijakan di Kalimantan Timur.