Pusat UTBK UPN “Veteran” Jawa Timur Tangkap Joki UTBK-SNBT 2026: Skandal Kejujuran Pendidikan

Angela Stefani Angela Stefani 23 Apr 2026 04:18 WIB
Pusat UTBK UPN “Veteran” Jawa Timur Tangkap Joki UTBK-SNBT 2026: Skandal Kejujuran Pendidikan
Seorang pengawas memonitor ketat peserta UTBK-SNBT 2026 di ruangan ujian, mengantisipasi praktik kecurangan dan memastikan integritas seleksi terjaga. (Foto: Ilustrasi/Net)

SURABAYA — Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur secara tegas menindak praktik kecurangan dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026. Sebuah insiden penangkapan joki ujian terungkap baru-baru ini, saat seorang individu tertangkap basah berupaya menggantikan peserta asli dalam salah satu sesi UTBK di lokasi tersebut.

Penangkapan ini terjadi pada hari kedua pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 gelombang pertama, yang berlangsung pada awal Mei. Modus operandi pelaku terdeteksi berkat kewaspadaan tim pengawas yang telah dilatih secara khusus untuk mengenali anomali perilaku dan ciri-ciri fisik mencurigakan. Pelaku tidak dapat menunjukkan identitas diri yang sah dan memiliki gerak-gerik yang tidak wajar selama proses verifikasi data.

Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Akhmad Nur Hidayat, M.Eng., menyatakan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk kecurangan. “Integritas proses seleksi masuk perguruan tinggi adalah mutlak. Kami telah mengimplementasikan sistem pengawasan berlapis, mulai dari verifikasi identitas biometrik hingga pemantauan ruangan berbasis teknologi, untuk memastikan keadilan bagi seluruh peserta,” tegas Prof. Akhmad dalam konferensi pers yang diadakan hari ini.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus upaya penjokian yang kerap mewarnai setiap pelaksanaan seleksi nasional. Meskipun berbagai upaya pencegahan terus diperketat, sindikat joki seolah tak kehabisan akal dalam mencari celah untuk melancarkan aksinya. Penangkapan di UPN “Veteran” Jawa Timur ini menjadi bukti konkret betapa krusialnya peran pengawasan langsung.

Tim pengawas UTBK-SNBT Pusat UPN “Veteran” Jawa Timur menjelaskan bahwa kecurigaan muncul ketika profil foto peserta yang terdaftar tidak sepenuhnya cocok dengan individu yang hadir di ruang ujian. Setelah melalui proses konfirmasi dan interogasi singkat, pelaku mengakui bahwa ia adalah joki yang disewa untuk menggantikan peserta asli demi meloloskan ke program studi tertentu.

Atas perbuatannya, joki tersebut beserta peserta asli yang diwakili akan didiskualifikasi secara otomatis dari seluruh proses SNBT 2026. Pihak universitas juga akan menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut, mengingat tindakan penjokian tergolong pidana penipuan dan pemalsuan dokumen.

Ketua Pelaksana Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Prof. Dr. Ir. Budi Santoso, M.Si., mengapresiasi langkah cepat dan tegas yang diambil oleh Pusat UTBK UPN “Veteran” Jawa Timur. “Kami meminta seluruh Pusat UTBK di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu menindak tegas pelaku kecurangan. Jaminan kredibilitas adalah prioritas utama,” ujar Prof. Budi melalui pernyataan resmi.

Kasus ini menjadi pengingat bagi calon mahasiswa dan orang tua agar tidak tergiur tawaran praktik ilegal semacam ini. Setiap upaya curang tidak hanya merugikan diri sendiri dengan konsekuensi hukum dan diskualifikasi, tetapi juga mencoreng nama baik institusi pendidikan dan merusak ekosistem persaingan yang sehat.

Pihak kepolisian wilayah Surabaya telah menerima laporan resmi dari UPN “Veteran” Jawa Timur dan sedang melakukan pendalaman kasus untuk mengungkap jaringan joki yang lebih luas. Penyelidikan difokuskan pada identifikasi dalang di balik sindikat ini serta melacak jejak transaksi finansial yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

UPN “Veteran” Jawa Timur juga berencana untuk memperkuat sistem identifikasi peserta pada gelombang kedua UTBK-SNBT 2026. Langkah ini mencakup penerapan teknologi pengenalan wajah yang lebih canggih dan peningkatan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk patroli siber, memantau iklan atau tawaran jasa joki di platform digital.

Insiden ini sekali lagi menggarisbawahi tantangan berkelanjutan dalam menjaga integritas sistem pendidikan nasional. Diperlukan sinergi antara panitia seleksi, lembaga penegak hukum, dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memberantas praktik kecurangan agar calon mahasiswa berprestasi mendapatkan haknya secara adil.

Kejadian di UPN “Veteran” Jawa Timur ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kecurangan dalam upaya mencapai jenjang pendidikan tinggi. Integritas dan kejujuran harus selalu menjadi landasan utama dalam setiap proses seleksi.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Angela Stefani

Tentang Penulis

Angela Stefani

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!