FIFA Pertimbangkan Gebrakan Sejarah: Piala Dunia 64 Tim Segera Hadir?

Dodi Irawan Dodi Irawan 13 Jul 2026 06:00 WIB
FIFA Pertimbangkan Gebrakan Sejarah: Piala Dunia 64 Tim Segera Hadir?
Ilustrasi: FIFA Pertimbangkan Gebrakan Sejarah: Piala Dunia 64 Tim Segera Hadir?

ZURICH — Wacana mengenai ekspansi format Piala Dunia kembali mencuat setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk mengevaluasi kemungkinan turnamen dengan 64 tim. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Infantino dalam wawancara eksklusif dengan media Swiss, Bluewin, pada awal tahun 2026, menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas sepak bola global.

Infantino, yang dikenal dengan visi ambisiusnya untuk memperluas jangkauan olahraga ini, menggarisbawahi filosofi bahwa “semua harus bisa berpartisipasi”. Pernyataan ini membuka diskusi serius di kalangan federasi sepak bola dunia mengenai masa depan kompetisi paling bergengsi tersebut, yang saat ini telah dijadwalkan dengan 48 tim untuk edisi 2026 di Amerika Utara.

Usulan format 64 tim, jika terealisasi, akan menandai perubahan signifikan dalam sejarah Piala Dunia. Sejak format 32 tim diberlakukan pada tahun 1998, dan kemudian diperluas menjadi 48 tim untuk turnamen yang akan datang, setiap penyesuaian selalu memicu perdebatan sengit tentang kualitas, logistik, dan dampaknya terhadap jadwal pertandingan.

Para pengamat sepak bola dan ahli logistik turnamen segera menyoroti tantangan besar yang akan menyertai ekspansi semacam ini. Penambahan 16 tim berarti peningkatan signifikan dalam jumlah pertandingan, kebutuhan stadion, fasilitas latihan, serta akomodasi bagi tim dan suporter.

"Evaluasi ini bukan sekadar angka," ujar seorang analis olahraga dari London. "Ini melibatkan perencanaan infrastruktur yang masif, penjadwalan yang lebih padat, dan potensi dampak pada kesehatan pemain. Namun, jika dilakukan dengan benar, ini juga bisa membuka pasar dan talenta baru."

Gianni Infantino percaya bahwa perluasan tersebut esensial untuk memberikan kesempatan lebih banyak negara kecil dan berkembang untuk merasakan atmosfer Piala Dunia. Visi inklusivitas ini sejalan dengan upaya FIFA untuk mendemokratisasi sepak bola dan menyebarkan semangat olahraga ke seluruh penjuru dunia.

Sebelumnya, Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah menjadi tuan rumah bagi 48 tim. Transisi dari 32 ke 48 tim ini sendiri telah memunculkan diskusi panjang mengenai format grup dan fase gugur, yang kini semakin diperumit dengan gagasan 64 tim.

Jika gagasan 64 tim ini maju, tim internal FIFA akan melakukan studi kelayakan mendalam. Studi tersebut akan mencakup analisis dampak finansial, teknis, dan operasional, serta konsultasi ekstensif dengan seluruh konfederasi dan asosiasi anggota.

Para pendukung usulan ini berargumen bahwa penambahan tim akan meningkatkan representasi geografis dan memberikan dorongan ekonomi bagi negara-negara tuan rumah di masa depan. Mereka juga melihat ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan daya tarik komersial turnamen secara keseluruhan.

Namun, kritik tetap ada. Beberapa pihak khawatir bahwa kualitas permainan di fase grup mungkin akan menurun dengan masuknya tim-tim yang secara tradisional tidak sekuat raksasa sepak bola. Kekhawatiran juga muncul mengenai durasi turnamen yang akan semakin panjang, berpotensi membebani kalender sepak bola internasional yang sudah padat.

Dalam konteks kompetisi besar lainnya pada tahun 2026, seperti Final Wimbledon 2026 yang baru saja usai dengan duel epik antara Sinner dan Zverev, atau peristiwa penting lainnya di dunia olahraga, isu ekspansi selalu menjadi perdebatan hangat. Sama seperti turnamen besar lainnya yang mempertimbangkan skala dan jangkauan, Piala Dunia pun tak luput dari dinamika ini.

Diskusi ini menunjukkan bahwa FIFA terus mencari cara untuk membuat sepak bola lebih mendunia. Meskipun tantangan besar menanti, semangat untuk memberikan 'setiap orang' kesempatan berpartisipasi tetap menjadi inti dari visi kepemimpinan Infantino.

Langkah selanjutnya adalah menunggu hasil evaluasi internal FIFA. Keputusan akhir mengenai format masa depan Piala Dunia, khususnya untuk edisi setelah 2026, akan memiliki implikasi jangka panjang terhadap wajah sepak bola internasional. Hal ini juga akan menjadi penentu apakah visi inklusivitas Infantino dapat benar-benar diwujudkan dalam skala yang lebih besar.

Penting untuk dicatat bahwa wacana ekspansi ini terjadi di tengah berbagai agenda sepak bola global lainnya. Pada tahun 2026, dunia juga menyaksikan berbagai bintang lapangan hijau seperti bintang muda Spanyol merayakan ulang tahunnya di tengah ketatnya persaingan Piala Dunia, menunjukkan bagaimana setiap elemen turnamen adalah bagian dari narasi yang lebih besar. Bahkan, ada pula momen duka yang menyertai perjalanan para bintang di kancah tersebut, memperlihatkan kompleksitas emosi yang melekat pada kompetisi ini.

Bagaimanapun, gagasan mengenai Piala Dunia 64 tim adalah cerminan dari ambisi FIFA untuk terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak komunitas. Pertanyaan krusialnya kini adalah bagaimana menyeimbangkan ambisi tersebut dengan menjaga integritas dan daya tarik kompetisi itu sendiri.

Perdebatan mengenai format Piala Dunia yang lebih besar mencerminkan evolusi olahraga modern yang tak hanya mengejar performa atletik semata, tetapi juga dimensi sosial, ekonomi, dan politiknya. Infantino tampaknya siap menghadapi kritik demi mewujudkan visinya tentang sepak bola yang lebih merata.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.ansa.it
Dodi Irawan

Tentang Penulis

Dodi Irawan

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad