UNI EMIRAT ARAB — Para astronom terkemuka di kawasan Arab, melalui Pusat Astronomi Internasional (IAC) yang berbasis di Uni Emirat Arab, telah mengumumkan prediksi awal mengenai waktu Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan perhitungan astronomi mendalam, Idulfitri diperkirakan akan jatuh pada hari Selasa, 31 Maret 2026, menyusul berakhirnya bulan Ramadan yang diprediksi akan berlangsung 30 hari penuh.
Direktur IAC, Mohammad Shawkat Odeh, menjelaskan bahwa visibilitas hilal sebagai penanda 1 Syawal akan menjadi sangat krusial. Perhitungan menunjukkan bahwa hilal kemungkinan besar akan terlihat di sebagian besar wilayah Arab dan negara-negara Islam pada Senin malam, 30 Maret 2026, setelah matahari terbenam, menandai dimulainya bulan Syawal.
Prediksi ini menawarkan panduan awal yang signifikan bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia untuk mempersiapkan perayaan hari kemenangan. Akurasi perhitungan astronomi telah semakin canggih, memungkinkan penentuan perkiraan tanggal jauh sebelum waktu pelaksanaan tiba.
Odeh menambahkan, data astronomi menunjukkan hilal akan lahir pada Minggu pagi, 29 Maret 2026, pukul 06:15 waktu setempat. Namun, kemunculan hilal ini masih sangat muda dan tidak akan memenuhi kriteria visibilitas yang diperlukan untuk menandai awal bulan Syawal pada hari yang sama.
Pada Senin sore, 30 Maret 2026, hilal akan memiliki ketinggian yang memadai dan durasi tinggal di atas ufuk yang cukup lama setelah matahari terbenam. Kondisi ini memungkinkan observasi hilal menggunakan teleskop atau bahkan mata telanjang di wilayah-wilayah dengan cuaca cerah, khususnya di bagian barat Benua Asia dan seluruh Benua Afrika.
Indonesia, seperti tahun-tahun sebelumnya, akan tetap mengacu pada sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk penentuan resmi Idulfitri. Sidang isbat ini menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan fisik hilal) untuk mencapai keputusan final.
Meski demikian, prediksi dari lembaga-lembaga astronomi internasional seperti IAC sering kali menjadi referensi penting dan acuan pendahuluan bagi banyak negara. Prediksi ini membantu masyarakat merencanakan aktivitas dan perjalanan mudik jauh hari sebelum hari raya tiba.
Para astronom menekankan bahwa keputusan akhir mengenai 1 Syawal tetap berada di tangan otoritas keagamaan masing-masing negara, yang akan mempertimbangkan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan. Prediksi ini bersifat informatif, bukan deklaratif.
Antusiasme menyambut Idulfitri 1447 Hijriah sudah mulai terasa di kalangan umat Muslim. Dengan informasi awal ini, persiapan spiritual dan material diharapkan dapat berjalan lebih matang, memastikan perayaan yang khidmat dan penuh kebahagiaan.
Para ahli juga mengingatkan pentingnya menunggu pengumuman resmi dari otoritas keagamaan nasional. Namun, tren penggunaan data astronomi untuk perkiraan awal semakin umum, mencerminkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memahami fenomena alam.
Prediksi ini sekali lagi menunjukkan peran vital ilmu astronomi dalam membantu perencanaan keagamaan global. Ini juga menyoroti kolaborasi ilmiah lintas batas dalam memfasilitasi pemahaman kolektif mengenai kalender Islam yang berbasis lunar.