Ketua DPRD Sumedang Terjatuh dan Terinjak Kuda Saat Kirab: Kronologi Lengkap

Angela Stefani Angela Stefani 04 May 2026 16:19 WIB
Ketua DPRD Sumedang Terjatuh dan Terinjak Kuda Saat Kirab: Kronologi Lengkap
Petugas medis memberikan pertolongan pertama kepada Ketua DPRD Sumedang yang terjatuh dari kuda saat Kirab Budaya di Alun-alun Sumedang pada 13 Mei 2026. (Foto: Ilustrasi/Net)

SUMEDANG — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, H. Ahmad Syamsudin, S.H., M.H., mengalami insiden mengejutkan saat mengikuti Kirab Budaya Peringatan Hari Jadi Sumedang ke-448 pada Selasa siang, 13 Mei 2026. Beliau terjatuh dari tunggangannya dan sempat terinjak kuda yang berontak di Alun-alun Sumedang, memicu kepanikan di antara ribuan warga yang menyaksikan acara sakral tersebut.

Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB ketika rombongan pejabat daerah dan tokoh masyarakat tengah melintasi Jalan Pangeran Kornel, menuju Pendopo Kabupaten. H. Ahmad Syamsudin, yang menunggangi seekor kuda berwarna cokelat, tiba-tiba kehilangan kendali setelah kudanya diduga terkejut oleh suara keras dari letupan kembang api atau sorak-sorai penonton.

Saksi mata di lokasi kejadian, Bapak Dadang Sumarna (52), seorang pedagang kaki lima, menuturkan bahwa kuda tersebut seketika meringkik dan melonjak-lonjak. “Pak Ketua jatuh ke samping kiri, lalu kuda itu sempat melangkah maju dan kakinya seperti menginjak bagian tubuh beliau,” ujar Dadang dengan raut wajah khawatir. Petugas keamanan dan warga sigap mendekat untuk menenangkan kuda dan menolong Ketua DPRD.

Panitia Kirab Budaya segera mengambil tindakan cepat. H. Ahmad Syamsudin langsung dievakuasi oleh tim medis yang bersiaga di lokasi. Beliau dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Bapak Ridwan Kamil, S.IP., M.Si., mengonfirmasi kejadian tersebut.

“Benar, Bapak Ketua DPRD Sumedang mengalami musibah. Beliau saat ini dalam penanganan tim dokter di RSUD Sumedang. Berdasarkan laporan awal, beliau sadar dan responsif, namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Ridwan dalam keterangan pers singkatnya sore itu. Kondisinya dilaporkan stabil meski ada dugaan cedera pada beberapa bagian tubuh.

Dokter jaga RSUD Sumedang, dr. Kartika Sari, Sp.PD., menyatakan bahwa H. Ahmad Syamsudin menderita luka memar di bagian pinggul kiri dan beberapa lecet. “Tidak ada patah tulang yang terdeteksi dari hasil rontgen sementara. Namun, beliau mengalami syok dan trauma ringan. Kami akan melakukan observasi selama 24 jam ke depan untuk memastikan tidak ada komplikasi internal,” terang dr. Kartika.

Kirab Budaya Peringatan Hari Jadi Sumedang ke-448, yang seharusnya menjadi puncak kegembiraan dan kebanggaan lokal, sempat diwarnai ketegangan pasca-insiden tersebut. Meski demikian, acara tetap dilanjutkan dengan pengamanan yang lebih ketat, khususnya bagi rombongan penunggang kuda lainnya. Panitia berjanji akan mengevaluasi prosedur keamanan secara menyeluruh.

Insiden ini menjadi pengingat penting akan risiko yang melekat pada acara-acara publik yang melibatkan hewan, terutama di tengah keramaian. Penggunaan kuda dalam tradisi kirab memang sudah berlangsung turun-temurun, namun memerlukan standar pengamanan dan pelatihan yang ketat, baik bagi hewan maupun penunggangnya, untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Berbagai tokoh dan pejabat turut menyampaikan keprihatinan mereka atas kejadian yang menimpa Ketua DPRD. Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., langsung menjenguk H. Ahmad Syamsudin di rumah sakit. “Kami semua mendoakan agar Bapak Ketua segera pulih dan dapat beraktivitas kembali. Ini adalah musibah yang tidak kita harapkan,” ucap Bupati dengan nada prihatin.

Masyarakat Sumedang juga mengungkapkan simpati mendalam. Ungkapan doa dan dukungan membanjiri media sosial lokal, berharap Ketua DPRD segera pulih sepenuhnya. Kejadian ini meninggalkan kesan mendalam bagi jalannya Kirab Budaya tahun 2026, yang sebelumnya telah dipersiapkan dengan antusiasme tinggi. Pihak kepolisian juga melakukan investigasi awal untuk memastikan semua prosedur telah dipatuhi.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Angela Stefani

Tentang Penulis

Angela Stefani

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!