Manado Kembali Diguncang: Gempa Susulan M 5,6 Picu Kewaspadaan Warga

Demian Sahputra Demian Sahputra 05 Apr 2026 14:51 WIB
Manado Kembali Diguncang: Gempa Susulan M 5,6 Picu Kewaspadaan Warga
Pemandangan gedung-gedung tinggi di Kota Manado, Sulawesi Utara, saat aktivitas gempa bumi dan gempa susulan sering terjadi di wilayah tersebut. (Foto: Ilustrasi/Net)

MANADO — Kota Manado, Sulawesi Utara, kembali diguncang gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo 5,6 pada Jumat pagi, 17 April 2026, pukul 07.15 WIB, menyebabkan kepanikan singkat di sebagian wilayah dan meningkatkan kewaspadaan penduduk. Pusat gempa teridentifikasi pada kedalaman dangkal yang sama dengan gempa sebelumnya, meskipun tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis informasi bahwa episentrum gempa terletak di 1.25 Lintang Utara dan 125.07 Bujur Timur, sekitar 87 kilometer barat daya Kota Manado dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan kuat di Manado, Tondano, dan sekitarnya, dengan intensitas IV-V MMI.

Warga Manado, yang belum sepenuhnya pulih dari trauma gempa utama beberapa waktu lalu, sontak berhamburan keluar rumah dan gedung-gedung tinggi. Gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan di pusat kota segera mengaktifkan protokol evakuasi, menunjukkan kesiapsiagaan yang lebih baik dibandingkan insiden sebelumnya.

Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG, Dr. Risa Indrastuti, mengonfirmasi bahwa gempa tersebut merupakan aktivitas susulan dari serangkaian gempa tektonik yang melanda wilayah Laut Maluku. "Ini adalah mekanisme rilis energi lanjutan dari patahan yang sama. Masyarakat tidak perlu panik berlebihan, namun tetap harus waspada terhadap potensi gempa susulan lainnya," ujarnya melalui sambungan telepon.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mengaktifkan posko siaga darurat. Tim reaksi cepat dikerahkan untuk memantau situasi di lapangan, memastikan tidak ada kerusakan signifikan atau korban jiwa akibat guncangan ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Herry Lumintang, menjelaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga dan menyalurkan informasi akurat. "Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah termakan hoaks, dan selalu merujuk pada informasi resmi dari BMKG dan BPBD," tegasnya dalam konferensi pers virtual.

Insiden gempa susulan ini menyoroti urgensi mitigasi bencana di wilayah rawan gempa seperti Manado. Pendidikan dan simulasi evakuasi berkala terbukti berperan vital dalam menekan kepanikan dan risiko cedera saat kejadian berlangsung.

Para pakar geologi dari Universitas Sam Ratulangi Manado menyatakan bahwa wilayah Laut Maluku merupakan zona subduksi aktif yang sering mengalami pergerakan lempeng. Gempa-gempa susulan adalah fenomena lumrah setelah gempa utama berkekuatan besar, menunjukkan proses penyesuaian batuan di bawah permukaan bumi.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu mempersiapkan tas siaga bencana pribadi, mengetahui jalur evakuasi di lingkungan masing-masing, serta memastikan struktur bangunan yang dihuni aman dari guncangan. Pengecekan rutin kondisi rumah menjadi langkah preventif yang krusial.

Kendati tidak ada laporan kerusakan parah dan korban jiwa, pihak berwenang terus mengintensifkan patroli keamanan dan kesehatan mental. Pendampingan psikososial juga dipersiapkan bagi warga yang merasakan kecemasan pascagempa, terutama anak-anak dan lansia.

Situasi di Manado berangsur normal, tetapi kewaspadaan tetap menjadi kunci. Pemerintah dan otoritas terkait terus bekerja keras untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di tengah ancaman seismik yang berkelanjutan di wilayah ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat juga telah menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan tambahan jika dibutuhkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, menggarisbawahi respons cepat dan terkoordinasi dari seluruh elemen bangsa.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Demian Sahputra

Tentang Penulis

Demian Sahputra

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!