Skandal Bangkrut Bari Seret Bos Napoli, De Laurentiis Diperiksa Polisi

Debby Wijaya Debby Wijaya 08 Jul 2026 23:59 WIB
Skandal Bangkrut Bari Seret Bos Napoli, De Laurentiis Diperiksa Polisi
Ilustrasi: Skandal Bangkrut Bari Seret Bos Napoli, De Laurentiis Diperiksa Polisi

Otoritas penegak hukum Italia pada tahun 2026 mengguncang dunia sepak bola dengan memulai penyelidikan serius terkait dugaan kebangkrutan curang klub sepak bola Bari. Sorotan utama tertuju pada duo pengusaha terkemuka, Luigi dan Aurelio De Laurentiis, yang kini berstatus tersangka. Investigasi ini mencakup penggeledahan di markas besar SSC Napoli dan Filmauro, entitas yang juga berada di bawah kepemilikan mereka, menyusul serangkaian dugaan penyimpangan manajemen finansial.

ROMA — Kejaksaan setempat secara resmi mengkonfirmasi status Luigi dan Aurelio De Laurentiis sebagai individu yang sedang diselidiki. Keduanya menghadapi tuduhan terkait praktik kebangkrutan yang diduga melibatkan aspek penipuan, yang berpotensi menyalahgunakan aset klub AS Bari saat klub tersebut dinyatakan bangkrut pada 2018.

Langkah ini diambil setelah penyelidikan mendalam oleh Guardia di Finanza, unit kepolisian finansial Italia, yang telah mengumpulkan bukti signifikan selama beberapa bulan terakhir. Penggeledahan berlangsung serentak di berbagai lokasi strategis.

Kantor pusat SSC Napoli, klub raksasa Serie A yang juga dimiliki oleh Aurelio De Laurentiis, menjadi salah satu target utama. Demikian pula, markas besar Filmauro S.p.A., perusahaan produksi film yang berafiliasi dengan keluarga De Laurentiis, turut digeledah untuk mencari dokumen relevan.

Pihak penyidik berupaya menelusuri aliran dana dan keputusan manajerial yang diambil sebelum dan selama proses kebangkrutan Bari. Mereka mencari bukti yang dapat menguatkan dugaan bahwa aset-aset klub sengaja dialihkan atau nilainya dikurangi secara tidak wajar.

Menanggapi tuduhan tersebut, perwakilan resmi dari perusahaan yang terafiliasi dengan keluarga De Laurentiis menyatakan, "Kami sangat terkejut dan bingung dengan tuduhan yang dilayangkan. Kami selalu bertindak sesuai dengan hukum dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk membersihkan nama kami."

Kasus ini berakar pada kebangkrutan AS Bari pada tahun 2018. Saat itu, klub yang memiliki sejarah panjang dan basis penggemar besar di Italia selatan, gagal memenuhi persyaratan finansial untuk pendaftaran di liga profesional dan secara efektif bubar.

Kemudian, klub tersebut 'terlahir kembali' di bawah kepemimpinan Aurelio De Laurentiis, dengan nama SSC Bari, memulai dari divisi amatir Serie D. Transformasi ini menimbulkan pertanyaan sejak awal mengenai bagaimana aset dan kewajiban klub sebelumnya ditangani.

Para analis sepak bola dan pakar hukum mengamati perkembangan ini dengan seksama. Jika terbukti bersalah, implikasi hukum bagi Luigi dan Aurelio De Laurentiis dapat sangat serius, termasuk hukuman penjara dan denda besar. Reputasi mereka di dunia olahraga dan hiburan pun akan tercoreng.

Lebih dari sekadar kasus hukum individu, skandal ini juga mencuatkan kembali diskusi tentang transparansi dan tata kelola keuangan dalam sepak bola Italia. Pemerintah Italia, melalui lembaga pengawasnya, terus berupaya memperketat regulasi untuk mencegah praktik serupa, seiring dengan isu integritas yang sempat mengguncang FIFA beberapa waktu lalu.

Ketua Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada 2026, Dr. Giovanni Rossi, secara terpisah menegaskan komitmen federasi untuk menjaga integritas kompetisi. "Kami akan menunggu hasil penyelidikan pidana, tetapi FIGC juga memiliki mekanisme sendiri untuk meninjau potensi pelanggaran etika dan finansial," ujar Rossi.

Kasus ini juga berpotensi memengaruhi kinerja dan stabilitas SSC Napoli, mengingat Aurelio De Laurentiis merupakan presiden klub yang sangat berpengaruh. Para penggemar Napoli kini menanti dengan cemas bagaimana situasi ini akan berdampak pada tim kesayangan mereka di kancah domestik maupun Eropa.

Penyelidikan terhadap figur sekaliber De Laurentiis menandai titik penting dalam upaya Italia memberantas dugaan korupsi dan penyimpangan dalam industri yang sering kali melibatkan investasi besar. Ini menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan di Serie A dan liga lainnya.

Seiring berjalannya proses hukum, publik akan terus memantau perkembangan. Keputusan akhir dari pengadilan akan sangat krusial, tidak hanya bagi keluarga De Laurentiis, tetapi juga sebagai preseden penting untuk masa depan tata kelola klub sepak bola di Italia.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi tuntutan utama dari para penggemar dan pemangku kepentingan. Skandal ini, sekali lagi, menggarisbawahi urgensi reformasi struktural untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam olahraga paling populer di Italia.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.ansa.it
Debby Wijaya

Tentang Penulis

Debby Wijaya

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Ad