Banjir Rendam Puri Kembangan, Jakarta Barat, Polisi Rekayasa Lalin Darurat

Edward DP Situmorang Edward DP Situmorang 06 May 2026 10:17 WIB
Banjir Rendam Puri Kembangan, Jakarta Barat, Polisi Rekayasa Lalin Darurat
Petugas kepolisian mengatur lalu lintas di tengah genangan banjir yang melumpuhkan kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, pada awal tahun 2026. (Foto: Ilustrasi/Net)

JAKARTA — Kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, lumpuh total pagi ini setelah diterjang banjir parah akibat hujan deras semalam, memicu kemacetan masif dan memaksa Kepolisian Daerah Metro Jaya menerapkan rekayasa lalu lintas darurat. Genangan air setinggi pinggang orang dewasa merendam sejumlah ruas jalan utama, mengganggu mobilitas ribuan warga dan pengendara yang hendak beraktivitas.

Hujan ekstrem yang mengguyur ibu kota sejak dini hari hingga menjelang pagi pada Senin, 20 Januari 2026, membuat sistem drainase di wilayah Jakarta Barat kewalahan. Titik terparah banjir terpantau di Jalan Puri Kembangan Raya, Jalan Pesanggrahan, dan sekitar perumahan Green Mansion, di mana kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Situasi darurat ini menciptakan antrean panjang kendaraan yang mengular hingga beberapa kilometer. Banyak pengendara memilih putar balik atau mencari jalur alternatif, namun sebagian besar ruas jalan di sekitarnya juga mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan, memperparah kemacetan.

Menyikapi kondisi tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya segera menerjunkan puluhan personel untuk mengurai kepadatan dan mengatur arus kendaraan. Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyu Setiadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menutup sementara akses masuk ke Puri Kembangan dari beberapa arah.

“Kami melakukan penutupan sementara Jalan Puri Kembangan Raya dari arah Kembangan menuju lampu merah Permata Hijau. Kendaraan kami alihkan melalui Jalan Lingkar Luar Barat atau Jalan Raya Pos Pengumben untuk mengurangi penumpukan,” ujar AKBP Wahyu saat di lokasi. Ia menambahkan, pihaknya terus memantau situasi dan akan menyesuaikan rekayasa lalu lintas sesuai perkembangan.

Warga setempat mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap penanganan banjir yang dinilai rutin terjadi setiap musim penghujan. Ibu Ida (45), seorang warga Puri Kembangan, menyatakan, “Setiap hujan besar, pasti banjir seperti ini. Aktivitas jadi terhambat, anak-anak tidak bisa sekolah, suami sulit berangkat kerja.”

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengakui adanya genangan signifikan di beberapa titik di Jakarta Barat. Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ahmad Ridwan, menjelaskan bahwa curah hujan yang tercatat mencapai 150 milimeter per jam melebihi kapasitas saluran air yang ada. "Kami telah mengerahkan pompa mobile dan tim satgas banjir untuk mempercepat penyedotan air di lokasi-lokasi terdampak, termasuk Puri Kembangan," kata Ridwan.

Proses evakuasi kendaraan yang mogok dan membantu warga menyeberang genangan juga menjadi fokus utama petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan TNI. Beberapa perahu karet disiagakan untuk mengantisipasi potensi evakuasi warga jika ketinggian air terus meningkat atau terjadi keadaan darurat lainnya.

Meski demikian, upaya penanganan masih terkendali dan belum ada laporan mengenai korban jiwa. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Mereka juga menyarankan agar warga menunda perjalanan yang tidak mendesak, terutama bagi yang menuju atau melintasi area Puri Kembangan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Penjabat (Pj) Gubernur, Budi Santoso, berjanji akan segera mengevaluasi sistem drainase di seluruh Jakarta, khususnya di daerah langganan banjir seperti Puri Kembangan. "Ini menjadi prioritas kami untuk meningkatkan kapasitas saluran air dan mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang setiap tahun," tegas Budi Santoso dalam konferensi pers virtual dari Balai Kota.

Insiden banjir ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur kota Jakarta terhadap perubahan iklim dan intensitas hujan yang semakin tinggi. Edukasi publik mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir juga terus digencarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, terutama menjelang puncak musim hujan tahun 2026.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Edward DP Situmorang

Tentang Penulis

Edward DP Situmorang

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!