Gubernur Pramono Anung Desak BUMD Jakarta Ekspansi Berani, Jangan Diam di Zona Nyaman

Dorry Archiles Dorry Archiles 18 Apr 2026 16:35 WIB
Gubernur Pramono Anung Desak BUMD Jakarta Ekspansi Berani, Jangan Diam di Zona Nyaman
Gubernur Pramono Anung (tengah) berbicara dalam forum investasi BUMD di Jakarta, mendorong transformasi dan ekspansi bisnis pada tahun 2026. (Foto: Ilustrasi/Net)

JAKARTA — Gubernur Pramono Anung secara tegas mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di DKI Jakarta agar berani melakukan ekspansi bisnis serta tidak terpaku pada sektor-sektor tradisional. Pernyataan ini disampaikan dalam forum diskusi investasi BUMD di Balai Kota pada Rabu (15/4/2026), menegaskan perlunya inovasi dan keberanian mengambil risiko demi peningkatan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Ibu Kota dan penciptaan lapangan kerja.

Gubernur Anung menggarisbawahi bahwa Jakarta sebagai barometer ekonomi nasional membutuhkan BUMD yang adaptif dan progresif. Ia menyoroti potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur digital, energi terbarukan, hingga pengembangan pariwisata urban.

"Sudah saatnya BUMD kita berpikir di luar kotak," ujar Pramono Anung di hadapan para direksi BUMD. "Pemerintah Provinsi Jakarta siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi yang mempermudah perizinan maupun fasilitasi akses permodalan melalui skema investasi yang inovatif. Jangan takut gagal, kegagalan adalah bagian dari proses belajar."

Beberapa BUMD yang bergerak di sektor transportasi dan properti, misalnya, diinstruksikan untuk mulai menjajaki kerja sama dengan pihak swasta dan ekspansi ke wilayah penyangga Jakarta. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Selama ini, banyak BUMD Jakarta dinilai masih terlalu konservatif dan cenderung beroperasi dalam lingkup layanan publik yang sudah mapan. Meskipun memberikan pelayanan esensial, pertumbuhan pendapatan dan inovasi bisnisnya belum optimal.

Dorongan ekspansi ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan. Dengan BUMD yang lebih mandiri dan kompetitif, ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat berkurang, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan publik lainnya.

Tentu, langkah ekspansi bukan tanpa tantangan. Analisis risiko yang cermat, tata kelola perusahaan yang transparan, dan pemilihan mitra strategis yang tepat menjadi kunci utama. Namun, peluang pasar yang luas di Jabodetabek dan sekitarnya menawarkan prospek cerah.

Pengamat ekonomi perkotaan dari Universitas Indonesia, Dr. Chandra Wijaya, menyambut baik inisiatif Gubernur Pramono Anung. Menurutnya, "Momentum ini tepat. Dengan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang diproyeksikan stabil pada 2026, BUMD memiliki pijakan yang kuat untuk berinvestasi pada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi."

Pemerintah Provinsi akan membentuk tim percepatan investasi BUMD yang bertugas mengidentifikasi proyek potensial dan memitigasi risiko. Tim ini juga akan memfasilitasi pertemuan antara BUMD dan calon investor potensial dari dalam maupun luar negeri.

Visi Gubernur Anung adalah menjadikan BUMD Jakarta sebagai motor penggerak ekonomi yang lincah dan berdaya saing, tidak hanya di tingkat lokal namun juga mampu bersaing di kancah regional. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan Jakarta.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Dorry Archiles

Tentang Penulis

Dorry Archiles

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!