JAKARTA — Senin (23/11/2026), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melancarkan operasi "Perang Basmi Sapu-Sapu Serentak", berhasil menjaring total 6,98 ton ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) dari berbagai saluran air dan sungai Ibu Kota. Aksi masif ini bertujuan merestorasi ekosistem perairan Jakarta yang terancam oleh dominasi spesies invasif tersebut.
Operasi yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta ribuan relawan dari komunitas peduli lingkungan dan masyarakat umum, menyasar puluhan titik kritis. Area seperti Kali Ciliwung, Kanal Banjir Barat, dan beberapa danau buatan menjadi fokus utama penangkapan.
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai predator rakus dan perusak lingkungan. Kehadiran mereka menghabiskan pakan ikan endemik, mengeruk dasar sungai, dan mempercepat sedimentasi, yang pada gilirannya memperburuk kualitas air serta meningkatkan ancaman banjir di wilayah metropolitan.
Pelaksana tugas (Pj.) Gubernur DKI Jakarta, dalam pernyataan tertulisnya, menekankan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. "Ini bukan sekadar penangkapan ikan, melainkan sebuah deklarasi bahwa Jakarta serius melindungi ekosistem perairannya. Populasi ikan sapu-sapu telah mencapai tingkat mengkhawatirkan dan harus dikendalikan," ujarnya.
Metode penangkapan bervariasi, mulai dari pemasangan jaring bubu, pancing, hingga pengerahan perahu kecil untuk menyisir area yang sulit dijangkau. Hasil tangkapan kemudian dikumpulkan di posko-posko sementara untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut sebelum didistribusikan.
Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci sukses operasi ini. Banyak warga yang turun tangan secara sukarela, menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sungai mereka. Komunitas "Bersih Kali Jakarta" mengkoordinir ratusan anggotanya untuk turut serta dalam kegiatan ini.
Upaya serupa memang pernah dilakukan, namun skala dan intensitas operasi "Perang Basmi Sapu-Sapu Serentak" kali ini menandai komitmen yang lebih besar dari Pemerintah Provinsi. Data menunjukkan tren peningkatan populasi ikan invasif ini sejak dua dekade terakhir, mengindikasikan perlunya tindakan lebih tegas.
Pengurangan drastis populasi ikan sapu-sapu diharapkan memberikan ruang bagi ikan-ikan lokal untuk berkembang biak kembali. Hal ini krusial demi menjaga keanekaragaman hayati perairan Ibu Kota, yang kini semakin terancam oleh berbagai faktor lingkungan.
Dinas KPKP DKI Jakarta berencana melanjutkan program pemantauan dan pengendalian populasi ikan sapu-sapu secara berkala. Edukasi masyarakat mengenai bahaya ikan invasif dan cara penanganannya juga menjadi agenda prioritas pemerintah untuk jangka panjang.
Ikan sapu-sapu hasil tangkapan tidak dibuang begitu saja. Sebagian besar akan diproses menjadi pakan ternak atau kompos, sementara sebagian kecil dialokasikan untuk penelitian ilmiah guna mencari metode pengendalian yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pemanfaatan ini mengurangi limbah dan memberikan nilai tambah.
Pemerintah berharap inisiatif ini tidak hanya membersihkan sungai dari ikan sapu-sapu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang tanggung jawab menjaga lingkungan. Proyek restorasi sungai Jakarta merupakan visi jangka panjang yang memerlukan dukungan semua elemen masyarakat agar berkelanjutan.
Kesuksesan penangkapan hampir 7 ton ikan sapu-sapu hari ini menjadi langkah awal positif dalam perjalanan panjang menuju ekosistem perairan Jakarta yang seimbang dan lestari, sebuah investasi penting untuk masa depan kota metropolitan ini yang berkelanjutan.