Senator Partai Demokrat (PD) melontarkan kritik keras terhadap rencana reformasi penilaian di tingkat sekolah dasar Italia. Langkah ini dinilai tergesa-gesa dan berpotensi menghancurkan sebuah model pendidikan yang telah menjadi jalur kultural bagi siswa, terutama karena tidak adanya studi kelayakan atau konsultasi publik yang memadai.
Anggota parlemen dari PD menekankan bahwa tindakan pemerintah saat ini bukan sekadar mengubah pasal dalam undang-undang pendidikan. Sebaliknya, reformasi tersebut secara fundamental mengeliminasi sebuah filosofi mendidik yang komprehensif dan telah menjadi pilar di banyak institusi pendidikan dasar.
“Kita tidak bisa begitu saja menghapus sebuah undang-undang, tetapi kita menghapus sebuah jalur kultural dan model cara bersekolah,” tegas Senator PD. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini disiapkan tanpa pertimbangan matang.
Fokus utama kritik adalah ketiadaan asesmen terhadap efektivitas sistem yang sedang berjalan. “Pemerintah belum mengevaluasi apakah model yang ada saat ini berfungsi atau tidak,” lanjutnya, menyoroti betapa rentannya kebijakan yang tidak didukung data empiris.
Reformasi pendidikan dasar menjadi isu sensitif di Roma, mengingat evaluasi formatif memainkan peran kunci dalam perkembangan psikologis dan akademik anak usia dini. Penilaian yang berorientasi pada proses, bukan hanya hasil, dianggap krusial.
Perubahan sistem penilaian ini dikhawatirkan mengembalikan metode yang lebih kaku dan kurang adaptif terhadap kebutuhan individual pelajar. Hal ini bertentangan dengan semangat progresif dalam pedagogi modern yang mengedepankan perkembangan holistik anak.
PD menuntut agar pembahasan mengenai sistem evaluasi ini dilakukan melalui dialog terbuka dengan para praktisi pendidikan, sekolah, dan pakar pedagogi. Proses politik harus mencerminkan aspirasi dari garda terdepan sistem pendidikan.
Model pendidikan yang dimaksud oleh Senator PD berakar pada pendekatan holistik, di mana penilaian bukan hanya sekadar skor, tetapi refleksi proses belajar anak secara keseluruhan, mendorong motivasi intrinsik alih-alih kompetisi semata.
Isu reformasi pendidikan di Eropa kerap memicu debat sengit, terutama ketika menyentuh ranah anak-anak dan layanan publik. Kasus serupa pernah terjadi di Prancis di mana kegagalan layanan anak di Paris memicu tuntutan pengunduran diri walikota.
Ketiadaan asesmen mendalam terhadap efektivitas sistem penilaian eksisting menjadi poin utama keberatan. Mengapa sistem yang telah membentuk karakter kultural s_ekolah harus dibongkar tanpa mengetahui secara pasti performa dan manfaatnya bagi siswa?
Senator PD menegaskan, perjuangan untuk mempertahankan pendekatan berbasis kultur dalam pendidikan akan terus dilakukan di Parlemen. Mereka mendesak pemerintah untuk menunda implementasi kebijakan sampai studi dampak komprehensif selesai dilaksanakan dan hasil evaluasi dikomunikasikan kepada publik.
Perdebatan mengenai sistem pendidikan ini juga selaras dengan diskusi global mengenai bagaimana penguatan karakter kebangsaan dan nilai-nilai moral harus diintegrasikan secara efektif dalam kurikulum formal.