JAKARTA — Sekretaris Kabinet pada Rabu (21/10/2026) mengungkapkan hasil pertemuan strategis antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Dari diskusi tingkat tinggi tersebut, terungkap komitmen kuat dari Prosperity of Emirates Alliance (PEA) untuk menambah investasi substansial di Indonesia, menandai babak baru penguatan hubungan ekonomi bilateral.
Pengumuman ini disampaikan Seskab di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, setelah serangkaian pembahasan intensif yang bertujuan memperdalam kemitraan strategis kedua negara. Pertemuan tersebut, menurut Seskab, berjalan sangat konstruktif dan menghasilkan konsensus untuk memperluas cakupan kerja sama, khususnya di sektor-sektor prospektif.
Presiden Prabowo Subianto menyambut baik inisiatif PEA untuk terus berinvestasi di Tanah Air. Komitmen investasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang pemerintah periode 2024-2029.
Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, melalui perwakilannya, menegaskan kembali kepercayaan UEA terhadap potensi ekonomi Indonesia yang dinamis dan prospek investasi yang cerah. Kerja sama ini bukan hanya tentang penanaman modal, tetapi juga transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Seskab merinci, PEA menunjukkan minat untuk mengucurkan dana tambahan pada beberapa sektor vital. Di antaranya adalah energi terbarukan, infrastruktur digital, pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta industri berteknologi tinggi yang relevan dengan transformasi ekonomi global.
Investasi di sektor energi terbarukan menjadi fokus utama, mengingat ambisi Indonesia untuk mencapai target net zero emission. Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat transisi energi hijau di Indonesia, dari pembangunan fasilitas tenaga surya hingga pengembangan hidrogen hijau.
Di bidang infrastruktur digital, PEA melihat peluang besar dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia, termasuk pembangunan pusat data dan jaringan konektivitas yang lebih canggih. Hal ini krusial untuk mendukung ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang pesat.
Untuk proyek Ibu Kota Nusantara, Seskab menggarisbawahi bahwa UEA telah menjadi salah satu mitra strategis terdepan. Tambahan investasi dari PEA akan semakin memantapkan pembangunan IKN sebagai kota pintar dan berkelanjutan di masa depan.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara investasi asing dengan program pembangunan nasional. Setiap investasi harus memberikan dampak multiplier yang signifikan, baik dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah domestik, maupun penguatan daya saing ekonomi bangsa.
Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan UEA telah terjalin erat selama bertahun-tahun. Kunjungan kenegaraan dan pertemuan bilateral yang rutin menjadi fondasi kokoh bagi kemitraan yang saling menguntungkan ini, memfasilitasi dialog dan penyelesaian isu-isu strategis.
Kepercayaan investor global seperti PEA terhadap stabilitas politik dan iklim investasi Indonesia merupakan indikator positif. Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif, transparan, dan berdaya saing global.
Langkah selanjutnya setelah pengungkapan ini adalah finalisasi kesepakatan teknis dan penandatanganan memorandum saling pengertian atau perjanjian investasi yang lebih rinci. Proses ini akan melibatkan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan implementasi investasi berjalan sesuai rencana.
Para analis ekonomi menyambut baik berita ini, melihatnya sebagai dorongan signifikan bagi perekonomian Indonesia di tengah tantangan global. Investasi PEA tidak hanya membawa modal, tetapi juga keahlian dan akses ke pasar internasional, yang sangat dibutuhkan Indonesia.
Seskab menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk menarik investasi berkualitas yang sejalan dengan prioritas nasional. Komitmen PEA ini menjadi bukti nyata kepercayaan dunia terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dan potensi besar Indonesia sebagai tujuan investasi strategis.