BANDUNG — Semarak perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Kembang mencapai puncaknya dengan diseminasi jadwal definitif pertunjukan Barongsai di sejumlah pusat perbelanjaan pada Selasa, 17 Februari 2026. Rangkaian penampilan akrobatik dan teatrikal dari berbagai kelompok seni ini diprediksi menarik ribuan pengunjung, melanjutkan tradisi festival musiman yang menjadi daya tarik utama destinasi wisata belanja.
Atraksi kultural ini menjadi agenda wajib bagi warga Bandung dan wisatawan yang ingin menikmati kemeriahan Imlek, meskipun tanggal tersebut telah melewati hari raya utama. Penampilan ini merupakan bagian dari perpanjangan periode perayaan yang kerap disebut Cap Go Meh, fokus utama terletak pada kualitas pertunjukan dan distribusi lokasi yang merata.
Tiga lokasi utama di pusat kota mengonfirmasi kesiapan mereka menyambut kelompok Barongsai. Mereka telah menyiapkan skema manajemen keramaian demi memastikan kenyamanan dan keamanan penonton yang diantisipasi membludak. Pihak penyelenggara menekankan bahwa jadwal yang dirilis bersifat final dan harus ditaati secara ketat.
Jadwal dibuka pada siang hari di Parahyangan Mall, Jalan Sumatera. Pertunjukan akan dimulai tepat pukul 14.00 WIB. Kelompok ‘Naga Langit’ yang terkenal dengan kemampuan melompati tiang tinggi (jong) akan tampil selama satu jam penuh di atrium utama mal tersebut.
Sesi berikutnya bergeser ke kawasan Cihampelas Square. Di lokasi ini, pertunjukan Barongsai dijadwalkan mulai pukul 16.30 WIB. Kelompok ‘Macan Emas’ yang unggul dalam koreografi naga sepanjang 15 meter menjadi daya tarik utama bagi pengunjung sore hari.
"Kami telah mempersiapkan pertunjukan terbaik, dengan koreografi baru yang menggabungkan elemen tradisional dan modern," ujar Arya Setyadi, Ketua Paguyuban Seni Tradisional Bandung, saat dihubungi Cognito Daily. Ia menambahkan bahwa Barongsai Bandung menjadi barometer pelestarian seni tradisi Tionghoa di Jawa Barat.
Puncak keramaian diprediksi terjadi pada malam hari di Dago City Center. Pertunjukan di lokasi tersebut akan dimulai pada pukul 19.00 WIB, menampilkan kolaborasi Barongsai dengan iringan musik tradisional sunda, menciptakan nuansa akulturasi yang unik.
Pengelola pusat perbelanjaan telah bekerja sama erat dengan aparat keamanan setempat. Mereka mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas dan menyediakan kantong parkir tambahan. Pengunjung diimbau menggunakan transportasi publik untuk menghindari kemacetan parah di sekitar area mal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan bahwa pertunjukan Barongsai tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM di sekitar pusat perbelanjaan.
"Ini adalah bukti nyata kemajemukan budaya di Bandung. Kehadiran ribuan penonton dalam satu hari membuktikan Barongsai memiliki daya pikat luar biasa, jauh melampaui batas etnis," jelasnya. Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian festival semacam ini.
Lebih lanjut, bagi para orang tua yang membawa anak-anak, panitia menyarankan agar datang lebih awal untuk mendapatkan posisi yang strategis. Area menonton di sekitar panggung akrobatik Barongsai seringkali menjadi sangat padat lima belas menit sebelum pertunjukan dimulai.
Informasi terkini mengenai perubahan jadwal atau penambahan lokasi pertunjukan akan disebarluaskan melalui saluran resmi pusat perbelanjaan dan media massa. Namun, masyarakat didorong untuk menjadikan jadwal 17 Februari 2026 ini sebagai acuan utama mereka dalam merencanakan kunjungan.
Pengunjung diharapkan menjaga ketertiban selama pertunjukan berlangsung dan memberikan apresiasi yang pantas kepada para seniman yang telah berjuang mempertahankan tradisi ini. Kehadiran publik merupakan kunci kelangsungan acara budaya bergengsi tahunan ini.