BOGOR — Kepolisian Resor (Polres) Bogor hari ini resmi memberlakukan sistem satu arah (one way) menuju Jakarta di ruas Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada Sabtu, 3 Januari 2026, sebagai langkah antisipasi dan rekayasa lalu lintas dalam menghadapi puncak arus balik libur panjang akhir tahun yang diperkirakan membeludak.
Seluruh kendaraan dari arah Puncak yang hendak menuju Jakarta diizinkan melintas, sementara itu, kendaraan dari arah Jakarta yang menuju Puncak dialihkan sepenuhnya. Pengalihan arus ini dilakukan untuk mengurai kepadatan yang kerap terjadi di jalur ikonik tersebut, yang setiap musim liburan selalu menjadi sorotan utama kemacetan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bogor, Komisaris Polisi Nurhadi Wibowo, menjelaskan bahwa penerapan one way ini merupakan respons terhadap lonjakan volume kendaraan yang signifikan. “Kami memprediksi volume kendaraan yang kembali ke Jakarta akan sangat tinggi sepanjang hari ini,” ujarnya saat ditemui di posko utama Gadog.
Prediksi tersebut berdasarkan data pergerakan kendaraan dan evaluasi pengalaman pada libur-libur sebelumnya. Pihak kepolisian mencatat, rata-rata peningkatan kendaraan yang melintasi Puncak bisa mencapai 200 persen dibandingkan hari normal selama periode libur panjang.
Untuk menghindari penumpukan, kendaraan roda empat maupun roda dua dari arah Jakarta yang ingin menuju kawasan Puncak atau Cianjur diimbau untuk mencari jalur alternatif. Petugas telah menyiapkan sejumlah titik pengalihan, termasuk melalui jalur Jonggol atau Sukabumi.
Para pengendara yang melewati jalur alternatif diimbau untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Kondisi jalan di jalur alternatif juga perlu diwaspadai, terutama bagi yang belum familiar dengan rute tersebut, mengingat kontur jalan yang bervariasi.
Pemberlakuan one way ini akan berlangsung secara fleksibel, disesuaikan dengan kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan. “Tidak ada batas waktu pasti, kebijakan ini akan kami evaluasi secara berkala dan bisa diperpanjang atau dihentikan sewaktu-waktu tergantung situasi,” tambah Komisaris Nurhadi.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi lalu lintas terkini melalui radio, media sosial resmi Polres Bogor, atau aplikasi navigasi yang menyediakan pembaruan secara real time sebelum memulai perjalanan. Persiapan matang menjadi kunci perjalanan yang nyaman dan aman.
Para pelaku usaha di sepanjang jalur Puncak pun merasakan dampak dari kebijakan ini. Beberapa di antaranya melaporkan penurunan pengunjung sementara akibat pengalihan arus, meskipun mereka memahami bahwa langkah ini penting untuk menjaga kelancaran mobilitas secara keseluruhan.
Dalam jangka panjang, pemerintah daerah dan pusat terus mengkaji opsi-opsi untuk solusi permanen kemacetan Puncak, termasuk rencana pembangunan jalan tol alternatif. Namun, hingga solusi permanen terealisasi, rekayasa lalu lintas seperti one way menjadi pilihan utama untuk mengatasi permasalahan klasik ini setiap musim libur tiba.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan serta pihak terkait lainnya guna memastikan kelancaran operasional dan keselamatan seluruh pengguna jalan. Posko-posko kesehatan dan bengkel siaga juga disiagakan di beberapa titik rawan untuk mengantisipasi kejadian darurat.
Keselamatan pengendara menjadi prioritas utama dalam setiap rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Petugas juga disiagakan untuk memberikan bantuan kepada pengendara yang mengalami kendala teknis atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai rute perjalanan.