Malam Takbiran: Sudirman-Thamrin Ditutup Total Mulai Pukul 18.00 WIB

Demian Sahputra Demian Sahputra 21 Mar 2026 09:59 WIB
Malam Takbiran: Sudirman-Thamrin Ditutup Total Mulai Pukul 18.00 WIB
Ilustrasi kepadatan kendaraan di Jalan Sudirman, Jakarta, pada malam hari. Penutupan akses jalur utama ini diberlakukan pada Malam Takbiran 2026 untuk mengurai kemacetan dan menjaga ketertiban umum. (Foto: Ilustrasi/Net)

JAKARTA — Akses Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin akan ditutup total bagi kendaraan mulai pukul 18.00 WIB pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan malam takbiran Idulfitri 1447 H. Keputusan ini diambil oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas serta menjaga ketertiban umum selama perayaan. Penutupan jalur protokol ini diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan parah dan meminimalisir risiko keselamatan yang sering terjadi akibat konvoi kendaraan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Arief Setiawan, menyatakan langkah rekayasa lalu lintas ini merupakan upaya preventif. Pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta Satuan Polisi Pamong Praja untuk memastikan kelancaran implementasi kebijakan.

“Kami memberlakukan penutupan menyeluruh di jalur vital tersebut. Tujuannya jelas, yakni untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang akan merayakan malam takbiran, baik yang berjalan kaki maupun yang hendak pulang ke rumah setelah beraktivitas,” ujar Kombes Pol. Arief Setiawan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/02/2026).

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara bertahap. Sejumlah personel gabungan dari kepolisian, Dishub, dan Satpol PP akan ditempatkan di setiap titik persimpangan dan akses masuk menuju Sudirman-Thamrin untuk mengarahkan pengendara.

Pengendara dari arah Selatan yang menuju ke Utara akan dialihkan melalui Jalan Kiai Haji Mas Mansyur atau Jalan HR Rasuna Said. Sementara itu, kendaraan dari arah Utara yang hendak ke Selatan diarahkan melintasi Jalan Medan Merdeka Utara, kemudian ke Jalan Abdul Muis atau Jalan Majapahit.

Ruas jalan alternatif lain yang dapat digunakan mencakup Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Pintu Besar Selatan. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan menggunakan aplikasi peta daring untuk memantau situasi lalu lintas terkini.

Kombes Pol. Arief Setiawan menambahkan, penutupan ini bersifat permanen hingga dini hari menjelang Sholat Idulfitri. Dia meminta pengertian dari seluruh warga DKI Jakarta atas kebijakan yang diambil demi kepentingan bersama.

“Kami memahami bahwa kebijakan ini akan berdampak pada mobilitas sebagian warga. Namun, kami menekankan bahwa ini adalah langkah krusial untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan, terutama mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwarnai kerumunan massa,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mengimbau masyarakat agar merayakan malam takbiran di lingkungan masing-masing secara kondusif. Hindari konvoi yang berlebihan atau penggunaan petasan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan sekitar 200 petugas tambahan yang akan membantu di lapangan. Mereka akan berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk memastikan arus lalu lintas di jalur alternatif tetap lancar dan terkendali.

Layanan transportasi umum seperti TransJakarta akan tetap beroperasi dengan penyesuaian rute. Sebagian koridor yang melintasi Sudirman-Thamrin akan dialihkan sementara, namun masyarakat tetap dapat mengakses moda transportasi publik untuk mobilitasnya.

“Informasi mengenai perubahan rute TransJakarta akan disampaikan secara terpisah melalui kanal informasi resmi TransJakarta dan media sosial kami,” tutur Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Santoso.

Penutupan jalan ini juga mencakup area sekitar Bundaran HI dan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, yang sering menjadi titik kumpul massa saat perayaan penting. Pengamanan ekstra akan disiagakan di lokasi-lokasi tersebut.

Warga yang berencana menghadiri takbiran di masjid-masjid besar di sekitar area tersebut diimbau untuk datang lebih awal atau menggunakan transportasi publik yang telah disesuaikan rutenya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan pengamanan dan ketertiban umum menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Aparat keamanan berkomitmen untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan khidmat bagi seluruh warga Jakarta.

Masyarakat diharapkan dapat mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengikuti rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan upaya menjaga ketertiban selama perayaan besar ini.

Seluruh pihak terkait berharap, dengan adanya penutupan jalan ini, perayaan malam takbiran dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan tanpa insiden berarti, sehingga euforia menyambut Idulfitri dapat dirasakan secara maksimal.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Demian Sahputra

Tentang Penulis

Demian Sahputra

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!