Pilunya Kebakaran Gedung PPJT RSUD Soetomo Surabaya, Satu Pasien Meninggal

Debby Wijaya Debby Wijaya 15 May 2026 20:11 WIB
Pilunya Kebakaran Gedung PPJT RSUD Soetomo Surabaya, Satu Pasien Meninggal
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar Gedung Pusat Penyakit Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada dini hari 12 Mei 2026. Asap tebal membumbung tinggi dari bangunan tersebut. (Foto: Ilustrasi/Net)

SURABAYA — Satu pasien dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran hebat yang melanda Gedung Pusat Penyakit Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, dini hari Selasa, 12 Mei 2026. Insiden tragis ini memicu evakuasi darurat ratusan pasien dan staf, sementara penyelidikan intensif kini tengah berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kobaran api.

Identitas korban jiwa telah dikonfirmasi sebagai Bapak Suryo Adi (68 tahun), yang saat kejadian sedang menjalani perawatan intensif di lantai tiga gedung tersebut. Pihak rumah sakit menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas kehilangan yang mendadak ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Retno Widiyanti, menuturkan bahwa api pertama kali terlihat sekitar pukul 01.30 WIB. Petugas keamanan rumah sakit segera merespons, namun api dengan cepat menjalar, menimbulkan kepanikan serius di antara para pasien dan tenaga medis.

Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung dramatis selama hampir dua jam sebelum api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sepenuhnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Budi Santoso, menyatakan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur telah diterjunkan untuk mengumpulkan barang bukti. "Fokus utama kami adalah mengidentifikasi titik awal kebakaran dan mencari tahu penyebab pasti, apakah ada unsur kelalaian atau murni kecelakaan," ujar Kombes Budi.

Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di salah satu ruang perawatan pasien, namun kepolisian belum berani menyimpulkan sebelum hasil investigasi Labfor keluar secara resmi. Pihak rumah sakit juga telah membentuk tim internal untuk menelusuri standar operasional prosedur keselamatan kebakaran yang berlaku.

Dr. Harun Alrasyid, Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo, menjelaskan bahwa evakuasi pasien berjalan lancar berkat kesigapan tim medis dan perawat yang sigap bertindak. "Kami berhasil memindahkan 120 pasien dari gedung PPJT ke sejumlah ruang perawatan lain yang aman dalam waktu singkat," ungkap Dr. Harun.

Pasien yang dievakuasi meliputi mereka yang berada di unit perawatan intensif, ruang inap, dan area diagnostik jantung. Sebagian besar kemudian dipindahkan ke gedung perawatan lain di kompleks RSUD Dr. Soetomo, sementara beberapa pasien kritis dialihkan ke rumah sakit rujukan terdekat.

Insiden ini sontak menjadi perhatian publik, terutama mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan rumah sakit rujukan utama di Jawa Timur dan wilayah Indonesia Timur. Masyarakat menuntut transparansi penuh dalam penyelidikan dan penegakan akuntabilitas dari semua pihak terkait.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Gubernur Ir. Ahmad Rizky, menegaskan komitmennya untuk memastikan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. "Kami akan mengevaluasi menyeluruh sistem keamanan dan mitigasi bencana di seluruh fasilitas kesehatan di Jawa Timur," kata Gubernur Ahmad Rizky saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Perbaikan dan pemulihan Gedung PPJT diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama untuk dilakukan. Layanan jantung terpadu sementara waktu akan dialihkan ke lokasi lain yang telah disiapkan demi menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan vital bagi masyarakat.

Keluarga korban meninggal dunia juga menuntut kejelasan mengenai jaminan keselamatan pasien di fasilitas kesehatan negara. "Kami berharap ada tindakan konkret agar tidak ada lagi keluarga yang merasakan duka mendalam seperti kami ini," tutur Ibu Rahma, putri almarhum Suryo Adi.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Debby Wijaya

Tentang Penulis

Debby Wijaya

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!