Pramono Godok Revisi Jam CFD, Rasuna Said Jadi Lokasi Alternatif Utama

Chris Robert Chris Robert 08 May 2026 10:10 WIB
Pramono Godok Revisi Jam CFD, Rasuna Said Jadi Lokasi Alternatif Utama
Massa beraktivitas di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di ruas jalan protokol Jakarta pada akhir pekan tahun 2025. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan perubahan lokasi dan jadwal CFD untuk meningkatkan efektivitasnya. (Foto: Ilustrasi/Net)

JAKARTA — Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Pramono, mengumumkan rencana signifikan untuk merevisi jadwal pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji perpindahan lokasi HBKB yang selama ini terpusat di Jalan Sudirman-Thamrin menuju Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, demi optimalisasi fungsi dan mengurangi kepadatan, dengan harapan implementasi dapat dimulai pada kuartal ketiga tahun 2026.

Pramono menjelaskan bahwa kajian ini berangkat dari evaluasi mendalam terhadap efektivitas HBKB di lokasi eksisting. Kepadatan pengunjung dan PKL yang tidak terkelola maksimal, serta dampak terhadap lalu lintas di area penyangga, menjadi sorotan utama. “Kami ingin HBKB tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga ruang publik yang lebih teratur dan mampu menstimulasi perekonomian lokal secara berkelanjutan tanpa mengganggu mobilitas warga lainnya,” ujarnya dalam rapat koordinasi internal pada awal Mei 2026.

Jalan HR Rasuna Said dipilih sebagai kandidat kuat karena dinilai memiliki infrastruktur memadai dan potensi pengembangan yang berbeda. Jalur protokol ini menawarkan lebar jalan yang representatif, serta aksesibilitas dari berbagai penjuru Jakarta. Selain itu, kawasan Rasuna Said dikelilingi oleh gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan yang berpotensi menjadi daya tarik baru bagi pengunjung HBKB.

“Studi kelayakan sedang kami rampungkan. Rasuna Said memiliki karakteristik unik, relatif lebih sepi pada akhir pekan dibandingkan Sudirman-Thamrin, sehingga potensinya untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas komunitas sangat besar,” tambah Pramono. Ia menekankan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama dalam perencanaan ini.

Perubahan jam operasional CFD juga menjadi fokus pembahasan. Pemprov DKI mempertimbangkan untuk memajukan atau memundurkan waktu pelaksanaan agar lebih sesuai dengan pola aktivitas masyarakat urban. Jam baru diharapkan dapat mengakomodasi mereka yang ingin berolahraga pagi tanpa terburu-buru, atau menikmati suasana HBKB hingga siang hari tanpa berbenturan dengan ibadah siang.

Kebijakan ini juga bertujuan untuk menekan angka pelanggaran ketertiban, terutama terkait pedagang kaki lima (PKL) yang kerap membanjiri area HBKB tanpa izin. Dengan lokasi baru dan regulasi yang lebih ketat, diharapkan penataan PKL dapat dilakukan lebih efektif, sehingga tidak mengganggu ruang gerak pejalan kaki dan pesepeda.

Respon awal dari beberapa komunitas pegiat lingkungan dan olahraga cukup positif. Mereka menyambut baik upaya Pemprov DKI untuk mencari solusi atas permasalahan kepadatan di CFD Sudirman-Thamrin. “Inisiatif ini patut diapresiasi, asalkan pelaksanaannya nanti benar-benar matang dan melibatkan partisipasi publik,” kata Rina Suryani, Koordinator Forum Warga Peduli Lingkungan.

Namun, tidak sedikit pula yang menyuarakan kekhawatiran terkait aksesibilitas transportasi publik menuju Jalan Rasuna Said. Saat ini, jalur tersebut memang dilintasi oleh TransJakarta dan relatif dekat dengan stasiun LRT, namun integrasinya perlu diperkuat agar pengunjung tidak kesulitan menjangkau lokasi baru ini.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan kelancaran lalu lintas di sekitar area HBKB yang baru. Rencana pengalihan arus dan penempatan personel juga sedang disusun secara detail untuk meminimalisir dampak negatif pada mobilitas warga.

Sebagai bagian dari tahapan sosialisasi, Pemprov DKI berencana mengadakan forum diskusi publik dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk warga sekitar Jalan Rasuna Said, komunitas pegiat HBKB, dan pelaku UMKM. Tujuannya adalah menyerap aspirasi dan masukan guna menyempurnakan kebijakan perubahan jam CFD ini.

Langkah strategis ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus berinovasi dalam menata ruang publik dan meningkatkan kualitas hidup warganya. Perubahan lokasi dan jam Car Free Day diyakini akan membawa wajah baru bagi salah satu ikon kegiatan akhir pekan di Ibu Kota tersebut, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Chris Robert

Tentang Penulis

Chris Robert

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!