JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama pemangku kepentingan terkait telah merilis jadwal komprehensif penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way), lawan arus (contraflow), serta ganjil genap. Kebijakan ini akan diberlakukan secara ketat untuk mengantisipasi dan mengurai puncak kepadatan Arus Balik Lebaran tahun 2026, guna menjamin kelancaran serta keselamatan para pemudik yang kembali ke wilayah Jabodetabek. Penerapan dijadwalkan berlangsung pada periode 20 hingga 25 Februari 2026 di sejumlah ruas tol utama.
Kepala Korlantas Polri mengemukakan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta PT Jasa Marga. Sinkronisasi rencana ini bertujuan menciptakan sistem yang adaptif terhadap dinamika volume kendaraan di lapangan, memastikan setiap kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien.
Jadwal sistem satu arah (one way) direncanakan mulai dari Km 188 Gerbang Tol Palimanan Utama hingga Km 72 Tol Cikampek. Pelaksanaan one way akan berlaku mulai Jumat, 20 Februari 2026, pukul 14.00 WIB hingga Minggu, 23 Februari 2026, pukul 24.00 WIB. Ini merupakan fase krusial untuk menampung arus kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Ibu Kota.
Sementara itu, sistem lawan arus (contraflow) akan diterapkan di ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya dari Km 72 hingga Km 47. Penerapan contraflow dijadwalkan dimulai pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 14.00 WIB hingga Senin, 24 Februari 2026, pukul 24.00 WIB. Kebijakan ini akan diaktifkan secara fleksibel, disesuaikan dengan tingkat kepadatan lalu lintas aktual di jalur tersebut.
Tidak hanya itu, aturan ganjil genap juga akan diberlakukan serentak pada ruas tol yang sama, yaitu dari Km 188 Palimanan Utama hingga Km 47 Tol Jakarta-Cikampek. Sistem ini akan aktif pada tanggal 20, 22, dan 24 Februari 2026 untuk kendaraan dengan pelat nomor ganjil, dan tanggal 21, 23, serta 25 Februari 2026 untuk kendaraan berpelat genap, berlaku mulai pukul 08.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Kepala Korlantas Polri menegaskan, seluruh kebijakan rekayasa lalu lintas ini bersifat diskresional dan dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan tersebut sangat bergantung pada hasil evaluasi kondisi lalu lintas di lapangan secara real-time. Para pemudik diimbau agar senantiasa memantau informasi terkini melalui kanal-kanal resmi yang disediakan oleh pemerintah dan operator jalan tol.
Lonjakan volume kendaraan selama Arus Balik Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai puncaknya pada tanggal 22 dan 23 Februari 2026. Berdasarkan data historis dan proyeksi terkini, jumlah kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama diprediksi meningkat signifikan, melebihi kapasitas normal jalan.
Pemerintah mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian arus balik. Disiplin dalam berlalu lintas, tidak memaksakan diri berkendara saat lelah, serta memanfaatkan rest area yang tersedia, menjadi kunci utama untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan kemacetan parah.
Kementerian Perhubungan juga telah menyiapkan skenario mitigasi dengan mengoptimalkan penggunaan jalur-jalur arteri non-tol sebagai alternatif. Jalur selatan Jawa, seperti Nagreg dan Gentong, serta jalur utara yang melintasi Pantura, akan menjadi opsi vital bagi pemudik yang ingin menghindari kepadatan di jalan tol atau yang tidak memenuhi aturan ganjil genap.
Operator jalan tol, PT Jasa Marga, telah memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Penambahan petugas di gerbang tol, optimalisasi layanan transaksi elektronik, serta penyediaan fasilitas kesehatan dan bengkel darurat di sejumlah rest area telah disiagakan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna jalan.
Edukasi mengenai pentingnya menjaga jarak aman, tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, serta selalu membawa kelengkapan surat kendaraan juga terus digencarkan. Kampanye keselamatan berkendara ini menjadi perhatian utama untuk menekan angka fatalitas selama musim mudik dan balik Lebaran.
Rekayasa lalu lintas yang terencana dan terkoordinasi diharapkan mampu menciptakan pengalaman Arus Balik Lebaran 2026 yang lebih nyaman, aman, dan efisien bagi seluruh masyarakat. Dengan pemahaman dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, potensi hambatan dapat diminimalisir secara signifikan.
Pengawasan melalui sistem kamera pengawas (CCTV) dan drone juga akan diintensifkan di seluruh ruas jalan tol. Teknologi ini memungkinkan petugas untuk merespons kejadian di lapangan dengan lebih cepat dan akurat, serta memberikan informasi real-time kepada masyarakat mengenai kondisi lalu lintas terkini.
Para pemudik sangat disarankan untuk merencanakan perjalanan mereka dengan cermat. Memilih waktu keberangkatan di luar jam-jam puncak, atau mempertimbangkan rute alternatif, dapat menjadi strategi efektif untuk menghindari penumpukan kendaraan. Informasi mengenai kepadatan lalu lintas dapat diakses melalui aplikasi peta digital atau radio informasi lalu lintas.
Ketegasan dalam penegakan hukum akan diberlakukan bagi setiap pelanggaran lalu lintas, khususnya yang dapat membahayakan pengguna jalan lain atau mengganggu kelancaran arus. Petugas di lapangan akan bertindak sigap terhadap setiap pelanggaran, termasuk penggunaan bahu jalan yang tidak sesuai peruntukannya.
Secara keseluruhan, strategi komprehensif ini mencerminkan komitmen pemerintah dan seluruh stakeholder untuk mewujudkan Arus Balik Lebaran 2026 yang lancar dan selamat. Sinergi antara kebijakan, infrastruktur, teknologi, dan partisipasi masyarakat menjadi fundamental dalam mencapai tujuan tersebut.