"Keluar Sekarang!": Demokrat DPR AS Murka, Tuntut Schumer Hentikan Kompromi DHS

Fransius Situmorang Fransius Situmorang 18 Feb 2026 10:03 WIB
"Keluar Sekarang!": Demokrat DPR AS Murka, Tuntut Schumer Hentikan Kompromi DHS
Senator Chuck Schumer di Capitol Hill saat konferensi pers mengenai anggaran federal. Ia kini menghadapi tekanan kuat dari rekan separtai di DPR terkait strategi negosiasi pendanaan DHS.

WASHINGTON D.C. — Friksi internal yang tajam mengguncang Partai Demokrat di Capitol Hill menyusul perkembangan negosiasi kritis mengenai pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Sejumlah anggota DPR dari faksi progresif secara terbuka melancarkan serangan verbal keras, mendesak Pemimpin Mayoritas Senat, Chuck Schumer, untuk segera menarik diri dari pembicaraan yang mereka anggap terlalu lunak dan berorientasi pada konsesi terhadap tuntutan Republik terkait kebijakan imigrasi yang represif.

Kemarahan ini memuncak saat batas waktu pengesahan anggaran semakin mendekat, yang berpotensi memicu penutupan layanan federal (government shutdown). Para legislator DPR progresif menyuarakan kekhawatiran bahwa Schumer, dalam upaya menghindari kebuntuan fiskal, telah siap mengorbankan prinsip-prinsip partai, terutama dalam isu-isu perbatasan sensitif yang menjadi fokus utama negosiator Republik.

Kritik paling vokal datang dari perwakilan distrik yang berhaluan kiri. Salah satu anggota DPR, yang meminta anonimitas karena sensitivitas perundingan, menyatakan frustrasi kolektif. Tuntutan keras disampaikan: Schumer harus menarik diri dari meja perundingan karena dianggap tidak lagi efektif mewakili agenda kebijakan hak asasi manusia Partai Demokrat.

Anggota DPR progresif melihat laporan mengenai potensi konsesi dalam negosiasi pendanaan DHS sebagai 'penyerahan diri' strategis. Mereka menuduh bahwa fokus negosiasi telah bergeser dari pendanaan operasional menjadi alat Republik untuk memaksakan kebijakan penegakan hukum imigrasi yang lebih keras.

Negosiasi pendanaan DHS sangat krusial. Dana tersebut seringkali menjadi kendaraan bagi Republik untuk mendorong kebijakan imigrasi yang lebih ketat, termasuk penambahan personel patroli perbatasan, percepatan deportasi, dan pembatasan ketat terhadap proses suaka.

Kubu progresif DPR merasa terkejut dengan laporan bahwa tim Senat Demokrat mungkin menyetujui sejumlah poin yang secara tradisional ditentang oleh sayap kiri, seperti peningkatan signifikan pada pengawasan perbatasan tanpa adanya jaminan perlindungan yang sepadan bagi imigran.

Di sisi lain, sumber di Senat mengungkapkan bahwa Schumer menghadapi dilema pelik. Ia harus menyeimbangkan mandatnya untuk mempertahankan pemerintah tetap berjalan dengan melindungi kursi Senat yang rentan dalam pemilihan mendatang. Menghadapi kubu Republik yang solid, kompromi dianggap oleh tim Schumer sebagai keharusan politik pragmatis untuk menghindari kekacauan fiskal.

Namun, DPR Demokrat berargumen bahwa kompromi seperti itu justru memperkuat posisi tawar Republik dan mendorong mereka untuk terus menggunakan isu perbatasan sebagai senjata tawar-menawar di masa depan. Mereka menginginkan Schumer menggunakan kekuatan Mayoritas Senat untuk menentang tuntutan keras yang dianggap tidak etis.

Diskusi ini secara telanjang menyoroti perpecahan mendalam di tubuh Partai Demokrat AS mengenai strategi migrasi dan taktik anggaran. Pendanaan DHS telah lama menjadi medan pertempuran politik utama di Kongres AS, mengubah anggaran rutin menjadi perang ideologis.

Representative Pramila Jayapal, Ketua Kaukus Progresif Kongres, meski belum secara eksplisit meminta Schumer mundur, telah menyuarakan keprihatinan serius mengenai arah negosiasi. Jayapal menekankan bahwa hak asasi manusia dan jalur menuju kewarganegaraan harus diutamakan, bukan hanya penegakan hukum yang keras dan ekspansif.

Tekanan dari DPR menempatkan Senator Schumer dalam posisi yang sangat sulit. Ia harus menyeimbangkan kebutuhan mendesak untuk meloloskan undang-undang dengan idealisme basis pendukung partainya. Nasib pendanaan DHS—dan stabilitas politik Demokrat—kini bergantung pada kemampuan Schumer menavigasi krisis kepercayaan internal yang semakin meningkat ini.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Fransius Situmorang

Tentang Penulis

Fransius Situmorang

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!