Musi Rawas Utara Berduka: 16 Jiwa Melayang Akibat Tabrakan Truk-Bus Nahas

Debby Wijaya Debby Wijaya 07 May 2026 06:38 WIB
Musi Rawas Utara Berduka: 16 Jiwa Melayang Akibat Tabrakan Truk-Bus Nahas
Kondisi mengerikan bangkai truk tronton dan bus penumpang pasca tabrakan maut di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara, 12 Januari 2026. Petugas sedang melakukan evakuasi korban. (Foto: Ilustrasi/Net)

MUSI RAWAS UTARA — Kecelakaan lalu lintas mengerikan terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di wilayah Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Senin pagi, 12 Januari 2026. Insiden tragis yang melibatkan sebuah truk tronton dan bus penumpang antarkota itu merenggut nyawa 16 orang serta menyebabkan puluhan lainnya luka-luka. Peristiwa nahas ini sontak menggemparkan masyarakat setempat dan menarik perhatian nasional.

Peristiwa fatal itu bermula sekitar pukul 06.30 WIB ketika Bus PO SAN yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi bertabrakan adu banteng dengan truk tronton bermuatan kelapa sawit yang datang dari arah berlawanan. Lokasi kecelakaan berada di titik rawan KM 25 Desa Karang Dapo, dikenal sebagai jalur berliku dan minim penerangan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Musi Rawas Utara, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Wijaya, mengonfirmasi data korban jiwa. "Hingga siang ini, total 16 korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi. Mereka terdiri dari sopir kedua kendaraan, kernet, dan sejumlah penumpang bus. Sementara itu, 30 orang mengalami luka berat dan ringan," ungkap AKP Bambang dalam konferensi pers di lokasi kejadian.

Saksi mata di lokasi, Rahmat (45), seorang warga setempat, menuturkan bahwa benturan terjadi sangat keras hingga menimbulkan suara menggelegar. "Saya sedang di warung kopi, tiba-tiba dengar suara seperti ledakan besar. Pas lari keluar, sudah lihat bus dan truk hancur berantakan," jelas Rahmat dengan wajah pucat. Dugaan awal, kecelakaan dipicu oleh rem blong pada salah satu kendaraan atau kelalaian pengemudi.

Tim gabungan dari Polres Musi Rawas Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tenaga medis segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat banyaknya korban yang terjepit di dalam badan bus yang ringsek. Alat berat dikerahkan untuk memisahkan bangkai kedua kendaraan.

Korban meninggal dunia segera dilarikan ke RSUD Dr. Sobirin Musi Rawas dan beberapa puskesmas terdekat untuk proses identifikasi. Sementara itu, korban luka-luka mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit yang sama serta RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau.

Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet pada Senin sore, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi ini. Beliau menginstruksikan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan penanganan korban dilakukan secara optimal.

Insiden ini sempat menyebabkan kemacetan panjang di Jalinsum selama berjam-jam. Arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif hingga proses evakuasi dan pembersihan lokasi selesai dilakukan pada sore hari. Pihak kepolisian masih terus mengatur lalu lintas agar kembali normal.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan, Dr. Ir. H. Firmansyah, M.Sc., mengingatkan kembali pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan pengecekan kondisi kendaraan secara berkala. "Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama pengemudi angkutan umum dan barang, untuk selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri jika merasa lelah," ujarnya.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang risiko di jalan raya. Otoritas terkait berjanji akan memperketat pengawasan terhadap kelaikan jalan kendaraan serta melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas secara lebih masif di jalur-jalur rawan kecelakaan di seluruh Sumatera Selatan, khususnya di Musi Rawas Utara.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Debby Wijaya

Tentang Penulis

Debby Wijaya

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!