BOGOR — Angin puting beliung memorakporandakan kawasan kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Pakansari di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa sore. Insiden bencana alam yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ini mengakibatkan kerusakan parah, terutama pada struktur atap GOR utama yang terlepas dari dudukannya, serta menumbangkan puluhan pohon besar di sekitar area tersebut, memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan infrastruktur publik.
Badai datang secara mendadak, diawali hujan deras dan petir, sebelum pusaran angin ekstrem melintas. Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M. Adam, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan terfokus pada fasilitas publik dan sejumlah warung milik pedagang kaki lima di sekitar stadion.
“Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah kami kerahkan segera setelah menerima laporan. Kerusakan yang paling mencolok adalah terlepasnya atap berbahan baja ringan yang menaungi tribun penonton. Beruntung, saat kejadian, aktivitas olahraga sedang minim sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Adam saat dihubungi Cognito Daily di lokasi kejadian.
Menurut kesaksian warga sekitar, puting beliung bergerak sangat cepat, hanya berlangsung kurang dari sepuluh menit, namun memiliki intensitas yang sangat merusak. Material atap GOR terpental hingga puluhan meter, jatuh ke area parkir dan jalan akses utama menuju stadion.
Pohon-pohon berukuran besar yang berada di sepanjang Jalan Tegar Beriman menuju komplek Pakansari turut tumbang, menghambat akses transportasi dan menyebabkan kemacetan parah di jam pulang kantor. Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Satpol PP segera melakukan pemotongan dan penyingkiran pohon.
Peninjauan awal menunjukkan bahwa tidak hanya GOR utama yang terdampak. Beberapa fasilitas pendukung seperti area *jogging track* dan kantin yang berdekatan dengan stadion juga mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa ranting dan puing atap.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi pemerintah daerah mengenai kerentanan infrastruktur terhadap fenomena cuaca ekstrem. Meskipun Bogor dikenal sebagai daerah dengan curah hujan tinggi, intensitas angin yang mencapai tingkat puting beliung tergolong jarang terjadi di kawasan perkotaan ini.
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, mengingat masa transisi musim masih berlangsung. Peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengindikasikan potensi peningkatan frekuensi kejadian hidrometeorologi, termasuk angin kencang dan hujan es, dalam beberapa pekan ke depan.
Upaya pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan akan segera menganggarkan dana darurat untuk perbaikan GOR Pakansari, memastikan fasilitas olahraga kebanggaan warga Bogor tersebut dapat berfungsi normal kembali dalam waktu sesingkat mungkin.
Prioritas utama saat ini adalah membersihkan akses jalan dari material pohon tumbang dan mengamankan puing-puing atap GOR yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Proses evakuasi puing diperkirakan memakan waktu hingga malam hari, melibatkan alat berat untuk mempercepat normalisasi kawasan. Masyarakat diminta tidak mendekat ke lokasi kejadian demi kelancaran operasi penanganan bencana.