Skema Khusus Mudik Lebaran 2026: Polri Terapkan Contraflow dan One Way-Gage!

Debby Wijaya Debby Wijaya 04 Mar 2026 09:41 WIB
Skema Khusus Mudik Lebaran 2026: Polri Terapkan Contraflow dan One Way-Gage!
Petugas Korlantas Polri bersiap mengimplementasikan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas tol Trans Jawa untuk mengurai kepadatan saat puncak arus Mudik Lebaran 2026. (Foto: Ilustrasi/Net)

JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) menyiapkan strategi komprehensif untuk mengurai kemacetan parah selama periode Mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah atau sekitar Maret 2026. Skema lalu lintas khusus, termasuk contraflow dan one way-gage, akan diterapkan secara selektif di ruas tol Trans Jawa guna menjamin kelancaran arus kendaraan dan keselamatan para pemudik.

Kebijakan ini diambil menyusul proyeksi peningkatan volume kendaraan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana masyarakat mulai kembali bepergian pasca-pandemi dengan mobilitas yang lebih tinggi. "Kami telah mematangkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga, untuk memastikan penerapan skema ini berjalan optimal," ujar Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Aan Suhanan, dalam konferensi pers di Jakarta.

Skema contraflow, yang memungkinkan kendaraan bergerak berlawanan arah pada lajur yang biasanya searah, akan diberlakukan di titik-titik rawan kemacetan tinggi. Tujuannya adalah menambah kapasitas jalan sementara, sehingga antrean kendaraan dapat terurai lebih cepat.

Sementara itu, sistem one way-gage dirancang untuk mengalihkan seluruh arus lalu lintas ke satu arah pada ruas tertentu, terutama saat puncak arus mudik dan balik. Penerapan one way-gage ini akan diawali dengan sterilisasi penuh ruas jalan dari kendaraan yang bergerak berlawanan arah, diikuti dengan pembukaan akses secara terkontrol melalui gerbang tol tertentu.

“Fokus utama kami adalah meminimalkan penumpukan kendaraan di gerbang tol dan ruas jalan arteri yang menjadi titik pertemuan," tambah Irjen Pol Aan Suhanan. Ia menekankan pentingnya disiplin pengemudi dalam mengikuti petunjuk petugas di lapangan demi keberhasilan implementasi skema ini.

Periode krusial penerapan skema ini diperkirakan akan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran 2026. Data historis dan simulasi prediktif menjadi acuan utama Korlantas dalam menentukan lokasi dan waktu pemberlakuan contraflow dan one way-gage.

Titik-titik prioritas untuk penerapan skema ini meliputi ruas Tol Jakarta-Cikampek, Palimanan-Kanci, dan Semarang-Batang. Area ini secara konsisten menjadi simpul kemacetan saat puncak arus mudik akibat tingginya volume kendaraan yang melintas menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, Polri juga akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pengawasan, seperti CCTV dan drone, untuk memantau situasi lalu lintas secara real-time. Informasi dari pantauan ini akan digunakan untuk mengambil keputusan taktis dan menginformasikan pemudik melalui berbagai kanal media.

Para pemudik diimbau untuk selalu memeriksa informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas melalui aplikasi peta digital atau saluran resmi milik Polri dan Jasa Marga. Persiapan perjalanan, termasuk kondisi kendaraan dan stamina pengemudi, juga menjadi faktor krusial.

"Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama, mematuhi aturan lalu lintas, dan menjaga ketertiban selama perjalanan mudik," pungkas Irjen Pol Aan Suhanan, mengingatkan bahwa setiap kebijakan dirancang untuk kepentingan bersama.

Penerapan kebijakan ini menjadi bagian integral dari operasi kemanusiaan yang lebih besar, memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Debby Wijaya

Tentang Penulis

Debby Wijaya

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!