LOS ANGELES — Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) secara mendadak mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi serangan drone Iran yang menargetkan wilayah California. Peringatan ini, yang disebarkan kepada lembaga penegak hukum serta infrastruktur vital di seluruh negara bagian, bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan publik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik pada tahun 2026.
Peringatan tersebut mengidentifikasi ancaman yang berasal dari kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran, yang diyakini memiliki kapabilitas untuk melancarkan serangan menggunakan kendaraan udara tak berawak (drone). Fokus ancaman ditujukan pada fasilitas kritis, termasuk instalasi militer, pusat transportasi, serta infrastruktur energi.
“Kami menerima informasi intelijen yang kredibel mengenai niat aktor-aktor tertentu untuk mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Amerika Serikat, khususnya California,” ujar seorang juru bicara FBI yang tidak ingin disebutkan namanya, mengonfirmasi urgensi peringatan tersebut.
Detail spesifik mengenai target potensial dan waktu serangan masih dalam tahap penyelidikan intensif. Namun, FBI menekankan perlunya kewaspadaan ekstra terhadap aktivitas mencurigakan yang melibatkan drone, terutama di sekitar area sensitif dan keramaian publik.
Eskalasi peringatan ini datang menyusul serangkaian insiden keamanan siber dan sabotase yang diduga terkait dengan aktor-aktor negara asing dalam beberapa bulan terakhir. Analisis intelijen mengindikasikan bahwa kemampuan drone telah menjadi instrumen preferensi dalam upaya destabilisasi.
Pemerintah negara bagian California dan otoritas lokal telah merespons dengan sigap, meningkatkan patroli serta memperketat prosedur keamanan di berbagai titik strategis. Gubernur California menyerukan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan.
Para analis keamanan menilai peringatan ini sebagai indikasi nyata dari pergeseran taktik ancaman, dari metode konvensional ke penggunaan teknologi yang lebih canggih dan sulit dideteksi. Potensi drone berdaya ledak rendah atau drone pengintai dapat menimbulkan gangguan signifikan.
“Ancaman drone Iran bukanlah hal baru dalam konteks global, namun peringatan spesifik terhadap California menunjukkan peningkatan risiko yang tidak bisa diabaikan,” kata Dr. Aisha Rahman, pakar keamanan siber dari Universitas California, Berkeley, dalam sebuah wawancara.
FBI mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Pedoman keselamatan telah didistribusikan, mencakup langkah-langkah identifikasi drone yang mencurigakan serta prosedur pelaporan cepat kepada pihak berwenang.
Langkah-langkah pencegahan juga meliputi peningkatan sistem pertahanan anti-drone di beberapa instalasi vital dan latihan simulasi respons darurat yang telah diintensifkan sejak awal tahun 2026.
Peringatan ini merupakan bagian dari upaya FBI untuk mitigasi ancaman proaktif, berkoordinasi dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Pentagon. Sinergi antarlembaga diharapkan mampu membendung setiap potensi serangan.
Meskipun tidak ada ancaman yang bersifat langsung atau spesifik yang menargetkan individu, masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan dari lembaga penegak hukum dan melaporkan setiap informasi yang relevan melalui saluran resmi FBI. Keamanan kolektif menjadi prioritas utama di tengah tantangan ini.