AMMAN — Raja Abdullah II dari Yordania menyambut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan penuh kehangatan dalam kunjungan kenegaraan di Istana Al Husseiniya, Amman, Yordania, pada penghujung tahun 2026. Pertemuan penting ini tidak hanya mempererat ikatan bilateral, tetapi juga mengukuhkan Yordania sebagai ‘rumah kedua’ bagi Indonesia, sebutan yang dilontarkan langsung oleh Raja Abdullah II. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kemitraan strategis dan membahas isu-isu regional serta global yang menjadi perhatian bersama.
Kedatangan Presiden Prabowo di Yordania disambut dengan protokol kenegaraan penuh, mencerminkan tingginya penghargaan Amman terhadap Jakarta. Pembicaraan bilateral antara kedua pemimpin berfokus pada peningkatan kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertahanan, ekonomi, pendidikan, dan isu kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Raja Abdullah II menegaskan kembali komitmen Yordania untuk mempererat hubungan dengan Indonesia. "Yordania selalu menganggap Indonesia sebagai mitra penting, dan kehadiran Presiden Prabowo di sini layaknya berada di rumah kedua Anda," ujar Raja Abdullah, menyoroti kedalaman hubungan historis dan spiritual antara kedua negara.
Presiden Prabowo Subianto, menanggapi sambutan hangat tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam atas keramahan dan persahabatan yang ditunjukkan oleh Raja Abdullah II dan rakyat Yordania. Ia menggarisbawahi pentingnya stabilitas dan perdamaian di kawasan, yang menjadi salah satu prioritas utama dalam diplomasi luar negeri Indonesia.
Agenda diskusi mencakup situasi terkini di Palestina, upaya bantuan kemanusiaan, serta langkah-langkah konkret untuk mendorong dialog dan resolusi damai. Kedua pemimpin sepakat bahwa solusi dua negara merupakan jalan terbaik untuk mencapai perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah.
Sektor ekonomi juga mendapat perhatian khusus. Potensi peningkatan investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Yordania dibahas secara ekstensif, dengan fokus pada pengembangan industri strategis dan pariwisata. Delegasi bisnis dari kedua negara diharapkan segera menindaklanjuti peluang-peluang tersebut.
Dalam konteks pertahanan, kedua negara menjajaki kolaborasi lebih lanjut, termasuk pertukaran informasi intelijen dan pelatihan militer. Indonesia, dengan posisinya sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, dan Yordania, sebagai penjaga situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem, memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan stabilitas regional.
Kunjungan Presiden Prabowo ini merupakan kelanjutan dari upaya diplomasi aktif Indonesia di panggung global. Ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk tidak hanya menjalin hubungan bilateral, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan damai.
Para pengamat politik internasional menilai pertemuan ini sebagai sinyal positif bagi penguatan poros kerja sama Selatan-Selatan, khususnya antara negara-negara Muslim. Kedekatan personal antara pemimpin turut menjadi katalisator dalam membangun fondasi kemitraan yang lebih kokoh.
Ke depan, diharapkan kunjungan ini akan berbuah pada implementasi konkret dari kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai, membawa manfaat signifikan bagi kedua bangsa dan berkontribusi pada perdamaian regional serta global.