LOS ANGELES – Malam puncak Grammy Awards 2026 menjadi saksi pencapaian monumental oleh Kendrick Lamar, yang kini secara resmi mencatatkan diri sebagai artis pria pertama dalam sejarah yang berhasil meraih penghargaan Record of the Year (ROTY) secara berturut-turut. Kemenangan ini, yang mengukuhkan posisi Lamar di kancah musik global, sekaligus menjadikannya rapper pertama yang berhasil membawa pulang trofi ROTY sebanyak dua kali.
Prestasi luar biasa ini didapat melalui lagu kolaborasinya bersama SZA, yang berjudul “luther”. Lagu tersebut sebelumnya telah mendominasi tangga lagu dan mendapatkan pujian kritis atas kedalaman lirik serta inovasi musikalnya, memenangkan hati Recording Academy.
Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada prestasi Lamar semata. Momen dramatis itu terjadi ketika penghargaan paling ditunggu-tunggu, ROTY, dipresentasikan oleh legenda musik pop, Cher, menghadirkan nuansa ketegangan yang unik.
Cher, yang baru saja menerima penghargaan Lifetime Achievement Award atas kontribusi seumur hidupnya di industri musik, mendapat kehormatan untuk mengumumkan pemenang kategori kedua terakhir malam itu. Kehadiran Cher di panggung menambah kemegahan acara yang disiarkan ke seluruh dunia.
Setelah menerima plakat pengakuan prestisius, penyanyi ikonik “Believe” itu sempat menciptakan kebingungan. Ia terlihat berjalan meninggalkan panggung, tampaknya keliru mengenai protokol presentasi, dan membuat produser harus sigap memanggilnya kembali ke podium.
Setelah kembali ke mikrofon, Cher melanjutkan tugasnya. Ketegangan memuncak ketika ia membuka amplop pemenang. Dalam sebuah kesalahan yang segera menjadi perbincangan, Cher keliru menyebut nama pemenang.
Alih-alih mengumumkan Kendrick Lamar dan SZA untuk lagu “luther”, Cher secara tidak sengaja menyebut nama mendiang penyanyi R&B legendaris, Luther Vandross. Kekeliruan ini diduga kuat berasal dari kemiripan judul lagu Kendrick Lamar dengan nama sang ikon R&B yang telah lama wafat.
Kekeliruan pengumuman tersebut sempat menciptakan keheningan canggung di antara penonton dan nominasi yang hadir. Meskipun demikian, Lamar dan SZA menyikapi insiden tersebut dengan profesionalisme yang tinggi setelah nama mereka diklarifikasi oleh pembawa acara lain.
Kemenangan beruntun Lamar di kategori Record of the Year mengirimkan pesan tegas mengenai dominasi hip-hop dan kejeniusan artistik Lamar di era modern. Pencapaian ini menggarisbawahi pergeseran signifikan dalam pengakuan genre oleh Recording Academy.
Sebelum Lamar, memenangkan kategori major dua kali berturut-turut adalah hal yang sangat langka. Prestasi ini menempatkan Kendrick Lamar di jajaran elite musisi global yang karyanya diakui konsisten kualitasnya dari tahun ke tahun, melampaui batasan genre.
Insiden kecil yang melibatkan Cher malam itu tidak mampu menutupi euforia bersejarah atas penobatan Kendrick Lamar. Grammy 2026 akan dikenang sebagai malam di mana batasan genre dan rekor lama berhasil dipecahkan.