SERANG — Setahun kepemimpinan Gubernur Pramono dan Wakil Gubernur Rano Karno di Serang, Banten, menuai apresiasi luas dari masyarakat berkat keberhasilan program unggulan Taman Anak Sejahtera. Inisiatif strategis ini, yang diluncurkan sejak awal masa jabatan mereka pada tahun 2025, secara signifikan meningkatkan kualitas ruang publik ramah anak dan mendukung tumbuh kembang optimal generasi muda di berbagai penjuru kota.
Program Taman Anak Sejahtera dirancang sebagai ekosistem terpadu yang menyediakan fasilitas bermain edukatif, area hijau yang aman, serta ruang interaksi sosial bagi anak-anak dan keluarga. Visi di baliknya adalah menciptakan lingkungan kota yang tidak hanya modern, tetapi juga humanis dan responsif terhadap kebutuhan dasar anak-anak akan ruang gerak dan pembelajaran.
Apresiasi publik tidak hanya tercermin dari survei kepuasan warga, tetapi juga dari peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pemeliharaan taman dan kegiatan yang diselenggarakan di sana. Banyak keluarga kini menjadikan Taman Anak Sejahtera sebagai destinasi favorit untuk menghabiskan waktu luang, menunjukkan dampak positif yang meluas.
Nurlela, seorang ibu rumah tangga dengan dua anak balita dari Kecamatan Cipocok Jaya, mengungkapkan kebahagiaannya. "Dulu sulit mencari tempat aman untuk anak-anak bermain. Sekarang, dengan adanya Taman Anak Sejahtera, kami tidak perlu khawatir lagi. Anak-anak saya jadi lebih aktif dan senang, bahkan banyak belajar hal baru di sana," ujarnya.
Setiap taman dilengkapi dengan beragam fasilitas, mulai dari area bermain yang ergonomis, perpustakaan mini, hingga zona kreativitas yang mendorong eksplorasi. Desain yang inklusif memastikan anak-anak dengan disabilitas juga dapat menikmati fasilitas yang tersedia, menegaskan komitmen pemerintah terhadap kesetaraan.
Gubernur Pramono, dalam kesempatan terpisah, menyatakan, "Program ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk investasi jangka panjang pada generasi penerus. Kami percaya, masa depan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas anak-anaknya. Ruang publik yang berkualitas adalah hak mereka."
Wakil Gubernur Rano Karno menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya memperluas jangkauan program ini ke seluruh pelosok Serang, termasuk daerah pinggiran. "Kami sedang dalam tahap perencanaan untuk membangun lebih banyak taman dengan konsep serupa, memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari fasilitas ini," jelasnya.
Profesor Dr. Santi Purwaningsih, seorang pakar psikologi perkembangan anak dari Universitas Serang Raya, menggarisbawahi pentingnya inisiatif semacam ini. "Kehadiran ruang terbuka hijau dan area bermain yang terstruktur sangat vital bagi perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak. Ini bukan sekadar tempat bermain, melainkan laboratorium tumbuh kembang," paparnya.
Dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun silam, atau bahkan dengan kota-kota lain yang memiliki tantangan serupa, Serang kini menunjukkan kemajuan signifikan dalam penyediaan fasilitas publik ramah anak. Transformasi ini menjadi model keberhasilan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Masyarakat berharap program Taman Anak Sejahtera dapat terus berkelanjutan dan menjadi warisan kepemimpinan Pramono dan Rano Karno. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan visi yang jelas dan eksekusi yang konsisten, pemerintah daerah mampu membawa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh warganya.
Pembangunan dan revitalisasi taman ini juga melibatkan partisipasi komunitas lokal dan seniman daerah, memberikan sentuhan kearifan lokal pada desain dan estetika setiap taman. Hal ini semakin memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap ruang publik mereka.
Selain itu, program ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar melalui pengelolaan dan perawatan taman, serta mendorong munculnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menyediakan jajanan sehat di sekitar area taman, turut menggerakkan ekonomi lokal.