Tragedi Makassar: Remaja Tewas Diduga Tertembak Saat Perang Senjata Mainan

Chris Robert Chris Robert 04 Mar 2026 12:22 WIB
Tragedi Makassar: Remaja Tewas Diduga Tertembak Saat Perang Senjata Mainan
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi insiden tewasnya seorang remaja akibat perang senjata mainan di Makassar. (Foto: Ilustrasi/Net)

MAKASSAR — Seorang remaja berusia 16 tahun tewas mengenaskan dini hari Minggu, 25 Januari 2026, di tengah aksi perang senjata mainan antarkelompok pemuda di Jalan Veteran, Makassar. Korban, yang diidentifikasi sebagai Andi Maulana, diduga mengalami luka tembak fatal saat insiden berlangsung. Pihak kepolisian tengah mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian serta mencari pelaku penembakan.

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 02.30 WITA ketika dua kelompok remaja yang saling berseteru terlibat bentrok menggunakan replika senjata api, yang umumnya dikenal sebagai airsoft gun atau senapan angin. Menurut keterangan saksi mata di sekitar lokasi, suasana yang semula gaduh tiba-tiba diwarnai suara letusan yang diduga berasal dari senjata tersebut, disusul dengan tumbangnya korban.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar, Komisaris Besar Polisi Dr. H. M. Said, S.I.K., M.H., menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal dan Polsek setempat. “Kami sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Beberapa saksi telah dimintai keterangan, dan kami berupaya mengumpulkan bukti fisik, termasuk proyektil atau sisa peluru, untuk menentukan jenis senjata yang digunakan,” ujarnya kepada awak media.

Andi Maulana sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah yang diderita. Pemeriksaan awal mengindikasikan adanya luka yang konsisten dengan tembakan pada tubuh korban, meskipun perlu autopsi lebih lanjut untuk konfirmasi medis yang akurat.

Warga sekitar lokasi kejadian mengungkapkan keprihatinan mendalam atas maraknya aksi perang senjata mainan yang kerap terjadi di wilayah mereka. “Kami sering melihat anak-anak muda berkumpul dengan membawa senjata replika. Kami tidak menyangka kejadian tragis seperti ini akan menimpa mereka,” tutur Bapak Rahman, salah seorang warga yang enggan disebutkan nama lengkapnya.

Peristiwa ini menggarisbawahi bahaya laten dari penggunaan senjata mainan yang semakin menyerupai aslinya. Meskipun berlabel “mainan”, beberapa jenis airsoft gun atau senapan angin memiliki potensi melukai serius, bahkan fatal, terutama jika digunakan di luar standar keselamatan atau dimodifikasi secara ilegal.

Pemerintah Kota Makassar, melalui Penjabat (Pj) Wali Kota Dr. Ir. Hj. Kartini, M.T., menyerukan kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka. “Kejadian ini adalah peringatan serius bagi kita semua. Kami juga akan mengkaji ulang regulasi terkait penjualan dan penggunaan replika senjata di kalangan remaja, serta memperkuat patroli di titik-titik rawan,” jelas Ibu Kartini.

Regulasi di Indonesia sebenarnya cukup ketat terkait kepemilikan dan penggunaan airsoft gun, yang dikategorikan sebagai senjata olahraga dan memerlukan perizinan khusus. Namun, praktik penjualan ilegal dan penyalahgunaan seringkali luput dari pengawasan, memicu insiden yang membahayakan.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan atau penggunaan senjata mainan yang membahayakan. Partisipasi aktif masyarakat sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya edukasi dan pengawasan ketat.

Para pelaku yang terbukti terlibat dalam insiden penembakan ini dapat dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan atau Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Mengakibatkan Kematian, dengan ancaman hukuman penjara yang berat. Penegakan hukum yang tegas diharapkan memberikan efek jera dan menghentikan tren kekerasan di kalangan remaja.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Chris Robert

Tentang Penulis

Chris Robert

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!