DKI Jakarta Umumkan jam imsak hari ini: Persiapan Puasa Ramadan 1447 H Dimulai, Momentum Spiritual Umat

Fransius Situmorang Fransius Situmorang 21 Feb 2026 06:39 WIB
DKI Jakarta Umumkan jam imsak hari ini: Persiapan Puasa Ramadan 1447 H Dimulai, Momentum Spiritual Umat
Suasana kota Jakarta yang tenang menjelang fajar, merefleksikan pentingnya momen imsak sebagai penanda dimulainya puasa Ramadan 1447 H bagi umat Muslim di ibu kota.

DKI Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan jadwal imsak untuk hari ini, sebuah penanda esensial bagi umat Muslim dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pengumuman ini menjadi panduan krusial bagi warga ibu kota untuk memulai ibadah puasa dengan perencanaan yang matang, memastikan setiap ibadah terlaksana sesuai ketentuan syariat.

Langkah strategis ini diambil guna memfasilitasi kekhusyukan umat Muslim yang akan menjalankan rukun Islam ketiga. Dengan informasi jadwal imsak yang akurat, setiap individu dapat mengatur waktu sahur dengan cermat, sehingga tidak terlewatkan momen-momen penting sebelum fajar menyingsing. Ini adalah bagian integral dari disiplin spiritual selama Ramadan.

Ketepatan waktu dalam beribadah, khususnya salat fardu lima waktu dan imsak, merupakan pilar utama dalam syariat Islam. Sumber-sumber keagamaan senantiasa menekankan urgensi pengetahuan dan ketaatan terhadap jadwal yang telah ditetapkan. Melaksanakan ibadah tepat waktu adalah manifestasi ketaatan yang sangat dianjurkan.

Sebagaimana termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 103, Allah SWT berfirman: "Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin." Ayat ini secara jelas menegaskan bahwa salat memiliki waktu yang telah ditentukan, bukan semata-mata pilihan yang bisa diabaikan.

Pentingnya melaksanakan salat pada waktunya juga ditekankan dalam hadis riwayat Bukhari. Abdullah bin Masud RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Amalan apakah yang paling dicintai Allah?" Beliau menjawab, "Salat pada waktunya." Kemudian disusul dengan "Berbakti kepada dua orang tua" dan "Jihad di jalan Allah." Hadis ini secara eksplisit menempatkan salat tepat waktu sebagai amalan paling utama di sisi Allah SWT.

Para ulama dan tokoh agama, seperti Khalifah Usman bin Affan, telah menguraikan berbagai keutamaan bagi mereka yang konsisten menunaikan salat tepat pada waktunya. Keutamaan ini mencakup aspek spiritual, fisik, hingga perlindungan di akhirat, yang termuat dalam berbagai literatur Islam.

Sembilan keutamaan salat tepat waktu yang sering disebut antara lain: dicintai Allah SWT, badan senantiasa sehat, dijaga oleh malaikat, diturunkan berkah untuk rumahnya, mukanya kelihatan tanda orang saleh, Allah melembutkan hatinya, dapat melalui jembatan Shiratal Mustaqim bagai kilat, diselamatkan dari api neraka, serta ditempatkan dalam golongan orang-orang yang tidak takut dan bersedih. Ini menegaskan signifikansi ibadah tersebut.

Pembagian waktu salat fardu lima kali dalam sehari telah ditetapkan secara syari. Setiap salat memiliki interval waktu spesifik yang harus ditaati umat Muslim agar ibadah mereka sah di hadapan Allah SWT. Referensi utama seperti *Kitab Fiqh us-Sunah* karya Sayyid Sabiq dan *Salatul Mukmin* oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani merincinya.

Salat Subuh dimulai sejak fajar sadiq (terbitnya fajar kedua) hingga terbitnya matahari. Apabila seseorang mengerjakan satu rakaat salat Subuh sebelum matahari terbit, maka ibadahnya dianggap sah, sebagaimana dijelaskan dalam *Berkah Salat Subuh Berjemaah* karya Fahrur Muis.

Waktu salat Zuhur dimulai setelah matahari tergelincir dari puncaknya dan condong ke barat, berakhir ketika panjang bayangan suatu benda sama dengan panjang bendanya. Terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai batas akhir pastinya, namun esensinya adalah tidak melebihi batas waktu Asar.

Salat Asar dimulai ketika bayangan semua benda sudah sama panjang dengan bendanya. Batas akhirnya adalah saat matahari menguning atau ketika bayangan benda mencapai dua kali panjang bendanya, dengan batas maksimal saat matahari terbenam. Melaksanakan salat Asar saat matahari sudah menguning hukumnya dimakruhkan, menurut *Taudihul Adilah* susunan M. Syafii Hadzami.

Salat Magrib dimulai sejak terbenamnya seluruh bulatan matahari di ufuk barat hingga hilangnya mega merah (safak) di langit. Durasi waktu salat Magrib relatif singkat dibandingkan salat lainnya, menuntut umat Muslim untuk segera melaksanakannya.

Salat Isya memiliki rentang waktu terpanjang. Dimulai sejak hilangnya mega merah hingga pertengahan malam. Fleksibilitas ini memberikan kelonggaran, namun tetap dianjurkan untuk menunaikannya lebih awal guna meraih keutamaan.

Dengan demikian, pengumuman jadwal imsak dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah penegasan akan pentingnya ketertiban dalam beribadah. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan umat Muslim di ibu kota dapat menyambut Ramadan 1447 H dengan persiapan spiritual yang paripurna dan ibadah yang terjaga kualitasnya.

Fransius Situmorang

Tentang Penulis

Fransius Situmorang

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!