Jalur Vital Tol Tangerang-Merak Lumpuh Diterjang Banjir Luapan Kali

Stefani Rindus Stefani Rindus 09 Mar 2026 09:32 WIB
Jalur Vital Tol Tangerang-Merak Lumpuh Diterjang Banjir Luapan Kali
Ribuan kendaraan terjebak dalam kemacetan panjang di ruas Tol Tangerang-Merak yang tergenang banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras. (Foto: Ilustrasi/Net)

TANGERANG — Senin pagi, 12 Januari 2026, ruas Tol Tangerang-Merak lumpuh total akibat banjir bandang yang disebabkan oleh luapan Kali Cirarap. Genangan air setinggi hingga 80 sentimeter merendam jalur kendaraan di sejumlah titik krusial, khususnya antara kilometer 27 hingga kilometer 32, mengakibatkan kemacetan panjang yang menjebak ribuan pengendara sejak dini hari.

Insiden ini dimulai sekitar pukul 03.00 WIB setelah wilayah Tangerang dan sekitarnya diguyur hujan deras tanpa henti selama lebih dari enam jam. Curah hujan ekstrem memicu debit air Kali Cirarap meningkat drastis, melampaui kapasitas tanggul dan drainase di sepanjang jalan tol.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Bapak Sudirman Hadi, menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim evakuasi. “Tim kami sudah di lokasi untuk membantu pengalihan arus dan mengevakuasi warga yang terjebak di kendaraan. Beberapa ruas memang tidak bisa dilalui,” ujar Sudirman.

PT Marga Mandalasakti (MMS), pengelola Tol Tangerang-Merak, mengonfirmasi penutupan sementara akses di beberapa gerbang tol dan mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sebagian besar jalur A (arah Merak) dan jalur B (arah Jakarta) tidak dapat dilalui,” terang Rina Fitriani, Corporate Communication PT MMS.

Kemacetan panjang yang mengular hingga puluhan kilometer ini tidak hanya menimbulkan kerugian waktu bagi para komuter, tetapi juga mengganggu distribusi logistik vital dari dan menuju Pelabuhan Merak. Banyak truk pengangkut barang terjebak, berpotensi menunda pasokan dan menekan roda ekonomi.

Seorang sopir truk logistik, Bapak Budi Santoso, mengungkapkan kekesalannya. “Sudah enam jam saya terjebak di sini. Jadwal pengiriman jadi kacau balau, kerugiannya tidak sedikit,” keluhnya sembari menunjukkan antrean panjang kendaraannya.

Pemerintah Provinsi Banten, di bawah kepemimpinan Pj. Gubernur Dr. Ir. H. Ahmad Fauzi, segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meninjau penanganan jangka panjang. “Ini bukan kejadian pertama. Normalisasi kali dan perbaikan sistem drainase harus menjadi prioritas,” tegas Pj. Gubernur Ahmad Fauzi dalam keterangan persnya.

Banjir di ruas Tol Tangerang-Merak memang kerap terjadi saat curah hujan tinggi, mengindikasikan adanya masalah fundamental pada sistem tata kelola air dan infrastruktur penunjang. Sedimentasi parah di Kali Cirarap serta penyempitan saluran air ditengarai menjadi penyebab utama.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II memprediksi hujan masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Banten hingga sore hari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari perjalanan jika tidak mendesak.

Pengendara yang ingin menuju Merak disarankan menggunakan jalur arteri melalui Jalan Raya Serang, sementara yang menuju Jakarta dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui Balaraja atau Cikupa, meskipun jalur tersebut juga diprediksi padat.

Upaya pembersihan dan penyedotan genangan air masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Diperkirakan jalur tol baru dapat kembali normal dalam beberapa jam ke depan, tergantung pada intensitas hujan dan kecepatan surutnya air.

Insiden ini kembali menyoroti urgensi mitigasi bencana dan peningkatan infrastruktur di jalur vital nasional. Koordinasi lintas sektor dan solusi berkelanjutan sangat dibutuhkan agar peristiwa serupa tidak terulang, demi kelancaran perekonomian dan keselamatan masyarakat.

Informasi Valid Sumber Referensi Resmi
www.google.com
Stefani Rindus

Tentang Penulis

Stefani Rindus

Jurnalis dan Editor di Cognito Daily. Menyajikan informasi terkini dan faktual untuk pembaca.

Bagikan Artikel:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!