JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia, berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga, secara resmi menghentikan penerapan skema satu arah atau one way pada ruas Tol Trans Jawa dari Kilometer 263 (Brebes Barat) hingga Kilometer 70 (Cikampek Utama) mulai malam ini, Kamis, 23 April 2026, pukul 23.00 WIB. Keputusan strategis ini diambil menyusul penurunan signifikan volume kendaraan yang melintasi jalur tersebut setelah puncak arus balik Lebaran 2026.
Kebijakan penghentian one way ini bertujuan mengembalikan fungsi normal ruas tol dua arah guna melayani distribusi lalu lintas dari kedua arah. Hal ini juga mempertimbangkan efisiensi sumber daya dan personel yang telah dikerahkan secara intensif selama periode puncak arus balik.
Kepala Korlantas Polri, Irjen. Pol. Dr. Risfandi, dalam konferensi pers virtual dari Pusat Komando Nasional, menegaskan bahwa evaluasi mendalam menunjukkan tren penurunan kepadatan yang konsisten sejak Rabu sore. "Data pantauan lapangan dan sistem traffic counting kami menunjukkan bahwa mayoritas pemudik telah kembali ke wilayah Jabodetabek. Oleh karena itu, skema satu arah sudah tidak lagi relevan untuk dipertahankan," ujar Irjen. Pol. Risfandi.
Selama beberapa hari terakhir, skema one way ini menjadi tulang punggung manajemen arus balik Lebaran 2026, berhasil mengurai antrean panjang dan mempercepat pergerakan kendaraan jutaan pemudik. Penerapan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Penghentian one way dilakukan secara bertahap. Sebelum pengembalian jalur normal, petugas kepolisian dan Jasa Marga memastikan tidak ada lagi kendaraan yang terjebak dalam lajur satu arah dari arah timur. Proses sterilisasi dan pembersihan jalur juga dilaksanakan untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026. "Kolaborasi erat antara Polri, Kementerian PUPR, Jasa Marga, dan pemerintah daerah adalah kunci sukses dalam mengelola arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kita berhasil menekan angka kecelakaan dan memastikan kelancaran pergerakan," papar Menteri Budi.
Meskipun skema one way dihentikan, pengguna jalan tetap diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan tidak memacu kendaraan melebihi batas kecepatan. Kewaspadaan di jalan raya tetap menjadi prioritas utama demi mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Jasa Marga juga menginformasikan bahwa setelah penghentian one way, beberapa titik krusial di sekitar gerbang tol Cikampek Utama dan pertemuan dengan jalur non-tol akan tetap mendapatkan perhatian khusus. Pengaturan contraflow (arus berlawanan) situasional masih berpotensi diterapkan jika terjadi peningkatan kepadatan di kemudian hari.
Manajemen lalu lintas Lebaran 2026 telah menerapkan berbagai inovasi, termasuk integrasi data dari berbagai sumber dan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk prediksi kepadatan. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan adaptif terhadap kondisi lapangan.
Penghentian skema one way Arus Balik Tol Trans Jawa Km 263-70 ini menandai berakhirnya fase krusial dalam periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan sistem manajemen lalu lintas di masa mendatang, demi pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.